TERNATE – Kantor Badan Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate, yang sempat di gembok oleh pegawai, karena kesal insentif petugas pemungut pajak tidak dibayar, pada Senin (18/01/2021) di buka oleh Kepala BP2RD.
Meski dibuka, namun sebagian pegawai memastikan mereka tidak akan melakukan pelayanan sampai insentif itu di bayar Pemkot Ternate, bahkan jika tidak ada kepastian, pelayanan kepada masyarakat tidak akan dilakukan.
“Jadi kalaupun di buka tidak masalah, tapi kami minta hak kami harus dibayarkan, karena kami sudah menjalankan tugas tapi hak kami tidak diberikan,” ungkap seorang pegawai yang enggan namanya dikorankan. Bahkan kata dia, langkah ini dilakukan karena hak itu selama beberapa tahun ini tidak pernah di tahan, dan baru tahun ini terjadi.
“Kalau kemudian dari keuangan beralasan menunggu dana bagi hasil, bagi kami itu bukan urusan kami. Karena tugas kami bukan mengurus DBH, tapi kewajiban kami itu memungut pajak dan itu sudah kami lakukan. Kalau ini terus ditunda dan tidak ada kepastian waktu pembayarannya, pelayanan akan terganggu karena tidak ada pelayanan,” terang dia. Terkait hal ini, Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman mengatakan, insentif itu akan diselesaikan, keterlambatan pembayaran itu karena pada Desember tahun 2020 kemarin tertundanya penyaluran DBH dari Provinsi sehingga menghambat pembayaran itu.
“Dan itu bukan hanya di BP2RD, tapi banyak termasuk saya juga ada yang belum dapat yang totalnya mencapai Rp 10 milyar lebih,” katanya. Dia menghimbau ke pegawai untuk bekerja seperti biasa, karena hak mereka akan tetap dipenuhi, sebab keterlambatan itu diakibatkan selain karena DBH Provinsi belum turun, juga akibat dari aplikasi baru yang kerap mengalami gangguan.
“Bahkan gaji pegawai saja sampai tanggal 11 baru bisa cair, kalau sudah selesai kita akan selesaikan semua dalam minggu ini, diantaranya insentif dan berkaitan dengan pegawai diselesaikan,” jelasnya. Menurut Wali Kota, BP2RD sebagai instansi pelayanan harus melakukan pelayanan dan pegawai diminta untuk memahami kondisi yang ada, karena hal ini terjadi bukan karena kesengajaan karena gangguan aplikasi terjadi di seluruh Indonesia. “Tapi saya sudah minta keuangan untuk genjot, mudah-mudahan satu dua hari selesai,” tegasnya.(cim)
