Anggaran PEN Dikelola PPK BPJN Malut Miliaran Rupiah

M. Jufri

TERNATE – Anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat dampak covid-19 yang dikemas dalam kegiatan pekerjaan baik bersifat tender kontraktual maupun swakelola.

Untuk swakelola atau disebut Padat Karya Tunai (PKT) atau khususnya pekerjaan keliling Pulau Ternate ternyata ditaksirakan bernilai miliran rupiah.   Program PEN dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo ini melalui Kementrian PUPR Dirjen Bina Warga dengan tujuan mendograk angka pengangguran serta mempertahankan daya beli masyarakat dalam situasi pendemi covid-19 saat ini. 

Pekerjan baik bersifat tender kontraktual dan PKT atau swakelola dibawah kendali Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) seperti Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Maluku Utara ( BPJN Malut).

PPK BPJN Malut tentunya sebagai pelaksana di lapangan mengelola anggaran PEN itu dari sejumlah item pekerjaan. Data yang dihimpun sementara bahwa pekerjaan bersifat tender kontraktual di dalamya  juga terdapat PKT swakelola seperti pekerjaan  tender Preservasi Jalan Keliling Pulau Ternate, kategori pekerjaan kontruksi melalui instansi Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang dilaksankan oleh Satuan Kerja (Satker) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Maluku Utara.

Pagu anggaran menggunakan dana APBN Tahun 2021 senilai Rp6.877.090.000,00.  Tender pekerjaan secara kontraktual di dalamnya PKT  atau swakelola ini  dimenangkan  PT. Ghinan Indo Mandiri.

Sementara itu khususnya untuk PKT atau Swakelola dari item pekerjaan seperti rehabilitas pekerjaan berkala jembatan berupa pemasangan batu, pemeliharaan rutin kondisi berupa pemasangan batu pengecatan trotoar/median dan pengendalian tanaman.  Kemudian pemeliharan rutin jalan berupa pengecatan trotoar/median, maupun pemeliharaan rutin jembatan. 

Dari item pekerjaan ini tersebar dari ruas jalan Jambula sampai Dufa-Dufa dengan anggaran yang dihimpun sementara sekitar Rp4 miliar lebih.  Masih bersifat sementara karena informasi dihimpun anggaran program PEN untuk Swakelola hingga sejauh ini  diduga tidak transprans dan sangat tertutup untuk diakses dari PPK BPJN Malut.

Selain itu juag dihimpun bahwa pekerjaan program PEN ini selain Pulau Ternate namun tersebar di Pulau Bacan, Pulau Obi dan Kepuluan Sanana.   Kepala Seksi (Kasi) Preservasi Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Malut, M. Jufri Saud sebelumnya dikonfirmasi mengaku, program PEN merupakan program dari Dirjen Bina Marga yang melekat di Padat Karya, mulai berjalan sejak tahun 2020.

Pagu anggaran yang disiapkan untuk tahun 2021 ini lebih besar dari Tahun sebelumnya. “Pagu anggaran itu diatas 5 sampai 6 miliar khusus PEN, dan itu dikelola langsung sama PPK,”  beber M. Jufri. Jufri menerangkan hitungannya adalah sesuai dengan  pos anggaran dan tenaga kerja yang dibutuhkan dalam satu item pekerjan.   “Hal  itu sesuai dengan tahapan dirjen melalui surat edaran karena dalam edaran tersebut Dirjen memerintahkan ke PPK sebagai pelaksanaan pekerjaan dengan melakukan pendataan warga setempat,” kata Jufri. (dex)