Angin Segar Untuk Jaringan Telkomsel di Taliabu

Ilustrasi

BOBONG – Pertanyaan sejumlah warga desa di Kabupaten Pulau Taliabu yang selama ini di desanya telah dibangun Jaringan Telkomsel namun belum aktif nampaknya mulai ada titik terang.

Ini setelah Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pulau Taliabu telah mengambil bagian dalam Rapat Koordinasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yang diadakan di Hotel Clarion, Makassar pada Rabu, (6/09/2023). 

Sekretaris Dinas Kominfo Taliabu, Suparno, mengatakan kegiatan Rakor bersama Kementerian Kominfo  lintas sektoral khususnya pada pemerintah daerah dalam rangka membahas peningkatan pelayanan infrastruktur telekomunikasi Bakti dan program pendukungnya

Ini merupakan kelanjutan program Tol Langit oleh Presiden yang bertujuan untuk menyediakan akses internet yang merata khususnya di fasilitas-fasilitas publik di wilayah 3T (Tertinggal, Terpencil, dan Terluar. 

“Salah satu program unggulan yang dibahas dalam rakor ini adalah peningkatan pelayanan program tol langit melalui Layanan Satelit Satria-1 (Satelit Republik Indonesia)” ungkapnya. 

Program layanan Satria-1 menyasar manfaat kepada sekolah, rumah sakit, TNI/Polri dan pihak-pihak lain yang membutuhkan akses internet.

Dirinya mengakui masih banyak kekurangan yang masih menjadi hambatan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi, khususnya di wilayah tertinggal, terpencil, dan terluar seperti listrik.

“Semoga saja dalam program tol laut melalui layanan Satria-I agar dapat direalisasi dengan cepat agar wilayah yang belum tersentuh jaringan dapat diperbantukan oleh program Satria-I ini karena mengingat di era digitalisasi, internet sudah menjadi kebutuhan pokok,” katanya. 

Sekedar diketahui, di sejumlah desa yang tersebar di kabupaten pulau Taliabu sejak beberapa tahun kemarin, telah terbangun puluhan tower Telkomsel Bakti, namun hingga kini belum dapat digunakan meskipun di beberapa desa sempat diaktifkan selama beberapa minggu lamanya.

Kondisi tersebut kerap dipertanyakan warga, kapan tower yang dibangun di desa desa mereka diaktifkan. 

Amatan Fajar Malut, sejumlah tower Bakti Telkomsel yang dibangun di 7 desa yang tersebar di kecamatan Tabona, hingga saat ini belum juga aktif, padahal telah sempat dilakukan uji coba selama beberapa hari jaringan internet yang tersedia sangat memuaskan masyarakat. 

Namun hal tersebut hanya berlaku beberapa pekan saja dan akhirnya non aktifkan kembali hingga saat ini.

Kondisi tersebut membuat warga kesulitan untuk berkomunikasi, warga berharap, pemerintah dapat mengaktifkan jaringan internet yang telah tersedia sehingga memudahkan akses masyarakat.“Sebelumnya waktu uji coba torang so bisa internetan, bisa video call juga bagus, tapi itu hanya aktif beberapa hari saja sudah non aktif sampai sekarang. Kami masyarakat hanya bisa berharap pemerintah di daerah atau di pusat bisa perhatian  jaringan internet yang ada ini,” kata Marlan, salah satu warga Tabona.

Pewarta : Brongen
Editor : Erwin Egga