Aniaya Warga, Tim HT-Umar Dipolisikan

Pengeroyokan (Ilustrasi)

SANANA – Lantaran tak puas dilempar dengan minuman botol air kemasan dan pemukulan kepada warga Desa Capalulu, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Ketua Tim Hendrata Thes-Umar Umabaihi (HT-Umar), Bustamin Sanaba dilaporkan di Polres Kepsul, Sabtu (03/10/2020).

Laporan tersebut berdasarkan surat tanda laporan Polisi Nomor : STTLP/168/X/2020/SPKT dan surat Nomor : STTLP/168/X/2020/SPKT yang diterima Kanit Shift C, Brigpol Rahmat Sapsuha.

Insiden ini bermula saat rombongan tim kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kepsul HT-UMAR turun di Desa Capalulu untuk menggelar kampanye. Sebelum memasuki Desa Capalulu, warga rupanya telah menanti kedatangan tim kampanye HT-UMAR di bagian selatan batas aspal Desa Capalulu menuju selatan Pulau Mangoli. Di sana, warga langsung mencegat rombongan tersebut.

Sahrul Ipa, pemuda Desa Capalulu mengatakan, sebelum melakukan aksi tersebut, warga Desa Capalulu terlebih dahulu berkoordinasi dengan M. Ali Umasangadji selaku Ketua Tim HT-UMAR Desa Capalulu dan Bhabinkamtibmas untuk menyampaikan beberapa aspirasi warga sesuai janji Hendrata pada 2015 silam.

Aksi warga ini, menuntut janji Hendrata Thes saat terjadi Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Desa Capalulu pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sula tahun 2015 silam. “Masyarakat bukan mau halangi kampanye. Tapi masyarakat hanya ingin sampaikan mereka punya tuntutan,” katanya. 

Sahrul menambahkan, mereka menagih janji Hendrata terkait pembangunan asrama mahasiswa Capalulu di Kota Ternate dan menyelesaikan masalah laporan penyalahgunaan Dana Desa (DD) yang ada di Polres serta beberapa tuntutan lain. “Mereka halangi rombongan untuk sampaikan tuntutan itu, dan mereka mau tanya janji-janji itu kapan mau dipenuhi,” bebernya. 

Sementara untuk aksi pemukulan, lanjutnya, kejadian ini terjadi di ujung aspal bagian selatan Desa Capalulu saat warga hendak menghalangi tim kampanye HT-UMAR sebelum masuk ke Desa Capalulu, lokasi insiden pemukulan ini jauh dari tempat kampanye HT-UMAR. “ Ada tim (HT-UMAR) juga melakukan perlawanan sehingga ada kontak fisik. Ada gesekan. Kejadiannya jauh dari lokasi kampanye,” ucap Sahrul. 

Lantaran tidak terima dihalangi, lanjut Sahrul, Iksan Kaunar dan Abdi Umahuk, warga Desa Capalulu yang juga tim HT-UMAR ini marah dan menikam serta memukul Sidik Sangadji yang juga warga Desa Capalulu karena dianggap menghalangi jalannya kampanye.

Selain insiden penikaman, Sahrul menyebutkan, ada juga insiden pelemparan botol berisi air yang dilakukan Ketua Tim Kampanye HT-UMAR, Bustamin Sanaba yang mengenai Ramang Lek salah satu warga Desa Capalulu yang hendak mendekati lokasi kampanye untuk menyampaikan tuntutan sekaligus menagih janji calon Bupati Sula Hendrata Thes.

“Jadi yang kita laporkan ini Bustamin Sanaba (Ketua Tim Kampanye), Iksan Kaunar (anggota tim HT-UMAR), Abdi Umahuk (anggota tim HT-UMAR),” ujarnya usai mendampingi dua warga Desa Capalulu melaporkan insiden tersebut di Polres Kepsul. 

Sementara itu, Ramang, korban yang dilempar dengan botol berisi air mengaku, sebelum mendekati arena kampanye, dia dan beberapa rekan sempat meminta izin kepada Bhabinkamtibmas Desa Capalulu, bahwa dia dan beberapa rekannya mau menuju arena kampanye. Sesampainya di arena kampanye, kata Ramang, ada sedikit pertikaian dan tiba-tiba dirinya dilempari botol berisi air. “ Kami sudah minta izin ke Bhabin, kami ke dalam tenda. Sampai di dalam, sedikit kacau di situ, langsung Bustamin lempar botol Aqua berisi air full,” katanya. 

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye HT-UMAR, Bustamin Sanaba saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya belum bisa memberikan keterangan resmi terkait persoalan ini. “ Saya akan berikan keterangan resminya setelah teman lain pulang dari lokasi kampanye. Saya sementara ada konsultasi dengan kami  punya tim advokat menyangkut masalah itu,” katanya.

Sekadar diketahui, Bustamin dilaporkan ke Polres atas dugaan penganiayaan terhadap Ramang Lek, warga Desa Capalulu. Sedangkan Iksan Kaunar dan Abdi Umahuk, dilaporkan atas dugaan pengeroyokan yang menimpa Sidik Sangadji yang juga warga Desa Capalulu.(nai)