Untuk itu, Ardian menginginkan hal yang sama juga berlaku bagi atlet-atlet sepakbola di Kota Tikep, bahkan seluruh perangkat yang menggeluti profesi lapangan hijau mulai dari pemain, ofisial hingga wasit pertandingan mendapat jaminan asuransi keselamatan.
“Kami Askot Tidore ingin mengelolah sepakbola di kota Tidore Kepulauan dengan profesional, dimana bukan hanya ivent-iventnya saja yang dikelolah dengan profesional tetapi seluruh perangkat yang terlibat didalam olahraga ini juga terlindungi dengan baik secara profesional,” tuturnya.
Menyikapi hal itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Alit Mahendra, merespon baik permintaan Askot Tidore. Menurutnya, ini langkah yang cukup tepat dan sudah lama diharapkan oleh BPJS Ketenagakerjaan, sebab profesi pekerjaan apapun di Maluku Utara wajib terlindungi.
“BPJS Ketenagakerjaan sudah lama dan sangat berpengalaman menangani masalah atlet-atlet, jaminan pembiayaan yang diberikan juga menyeluruh dan unlimited baik cedera ringan atau berat, cacat permanen semuanya di cover, bahkan hingga kecelakaaan paling serius (kematian). Jadi nanti jika kerjasama ini telah terjalin kita akan bagi kelompok usianya sehingga seluruhnya tercover secara merata,” jelasnya.
