Atasi Penganguran, MHB Siapkan Program Bisa Mapan

MHB-GAS saat lakukan silahturahmi

TERNATE – Kunjungan kampanye calon Walikota nomor urut 3 Muhammad Hasan Bay diwarnai dengan pertanyaan seputar lapangan pekerjaan. Beberapa orang yang hadir di dalam agenda kampanye menanyakan langkah apa yang akan dilakukan pasangan calon Muhammad Hasan Bay-Mohammad Asghar Saleh (MHB-GAS) bila keduanya terpilih memimpin Kota Ternate selama lima tahun ke depan.

Menjawab sejumlah pertanyaan itu, calon walikota nomor urut 3 ini lantas memaparkan program yang telah dicanangkan pasangan MHB-GAS. Hasan Bay mengatakan, mereka memiliki program Bisa/Bersama untuk Membuka Lapangan Pekerjaan alias BISA MAPAN.

Menurutnya, program ini dicanangkan khusus untuk menjawab persoalan lapangan pekerjaan. Desain program BISA MAPAN ini memiliki cakupan relatif luas. “ Bapak, ibu dan adik-adik milenial jika kami pasangan MHB-GAS diberikan mandat oleh masyarakat untuk memimpin Kota Ternate. Kami sudah mencanangkan program BISA MAPAN. Program ini kami canangkan khusus untuk menjawab persoalan lapangan pekerjaan. Cakupan program ini tidak hanya ketenagakerjaan, namun cakupannya relatif luas,” katanya, Selasa (17/11/2020).

Dia menjelaskan, mekanisme perizinan, akses permodalan dan pembinaan sumber daya manusia (SDM), ketiga hal tersebut adalah bagian dari program itu. Menurut dia, pasangan MHB-GAS akan memberikan kemudahan perizinan investasi baik yang berskala besar maupun kecil. Karena bagi dia, hal itu mampu menjawab minimnya lapangan pekerjaan dan tidak hanya mempermudah perizinan.

Untuk itu, jika mereka terpilih lanjut dia, pemerintah juga akan membuka Balai Kerja Rakyat (BKR) yang ditujukan untuk membina, memperkuat sumber daya manusia di kota Ternate, terutama tenaga kerja lokal. Agar tenaga kerja lokal bisa terserap dan memiliki daya saing, maka syaratnya adalah harus memenuhi standar kualifikasi secara umum, dan fungsi BKR adalah untuk memenuhi standar pasar tenaga kerja.

“Cakupan terakhir dari program BISA MAPAN ini adalah memberikan akses permodalan bagi pelaku UMKM, seperti kredit. Baik itu mereka yang sudah lama merintis usaha maupun yang baru merintis usaha. Akses permodalan penting supaya kita bisa merintis usaha. Dari situ bisa tercipta lapangan pekerjaan. Jadi titik tekan dari program BISA MAPAN ini ditujukan supaya tercipta lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Dia juga mengisahkan, perjuangan hidupnya dalam merintis bisnis dari nol. Dirinya meyakinkan masyarakat jika pengalamannya dalam dunia bisnis menjadi modal utama yang digunakan untuk menyukseskan program BISA MAPAN. Sebab kata dia, atas dasar pengalamannya ini lapangan pekerjaan masuk dalam prioritas MHB-GAS.

“Saya tidak lahir dari anak konglomerat. Saya lahir dari keluarga sederhana, bapak guru mengaji yang merangkap sebagai petani. Keadaan keluarga memaksa saya untuk merantau. Dari sanalah saya merintis usaha dari nol hingga tumbuh seperti sekarang. Pengalaman saya di bisnis itulah yang menjadi modal utama MHB-GAS untuk menyukseskan program BISA MAPAN ini,” tegasnya.(cr-02/**)