TERNATE – Banyaknya jumlah pasien yang telah terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Ternate yang menjalani isolasi mandiri, maka para petugas medis yang ditempatkan di posko ditarik ke puskesmas, mereka ini nantinya akan melakukan pengawasan terhadap 102 orang positif yang jalani isolasi mandiri tersebut.
Jubir gugus tugas covid-19 Kota Ternate dr. Muhammad Saggaf mengatakan, pada 28 Juni itu batas terakhir tim medis penjagaan di posko, dan mereka dikembalikan ke puskesmas. “Karena ada pertimbangan pasien melakukan isolasi mandiri di rumah, sehingga kita perkuat saja di situ,” katanya, Selasa (30/6).
Tim medis ini nantinya banyak melakukan kegiatan kunjungan untuk memfollow up pasien yang jalani isolasi mandiri, dimana akan dilakukan edukasi kembali untuk melakukan pelayanan mobile di setiap wilayah puskesmas, sehingga ada sinergitas antara kelurahan dengan puskesmas.” Sehingga tingkat kasus ini tidak meluas kembali,” ucapnya.
Kata dia, mereka ini nantinya akan ditugaskan oleh kepala puskesmas masing-masing dengan jumlah yang disesuaikan dengan wilayah kerja puskesmas. Sampai saat ini pasien yang menjalani isolasi mandiri jumlahnya mencapai 102 orang.
“Jadi mereka berjumlah 102 itu yang positif semua dan menjalani isolasi mandiri di puskesmas, jumlah ini karena dari hasil pemeriksaan dua kali itu jumlah angkanya tinggi,” tandasnya.
Dikatakannya, mereka ini sebagiannya menjalani perawatan di RSUD, namun Kota Ternate jumlahnya lebih banyak, mereka ini semua dalam pengawasan puskesmas dengan status OTG.” Jadi dimana wilayah yang masuk zona merah itu puskesmas menjadi lini terdepan untuk melakukan follow-up per minggu, baik itu melalui whatsapp maupun sms untuk mendapat informasi dari pasien,” tandasnya.
Menurut dia, pasien positif yang menjalani karantina mandiri ini, kelurahan Akehuda paling banyak tercatat 21 orang. Agar pasien positif ini bisa menjalani karantina, maka dalam waktu dekat ini corner hotel akan disiapkan sebagai lokasi isolasi. “Sebanyak 11 orang yang kita sudah data dan skema untuk di hotel sebab dia butuh tim medis untuk ditempatkan di hotel, untuk jumlah pasiennya kita masih melihat kondisi kamar,” tegasnya.(cim)

