Bagian Prokompim Gelar Pertemuan Perdana Dengan Wartawan

Itu dikarenakan, ia merasa risih jika dipanggil Kabag. Karena menurutnya, panggilan tersebut akan memberikan batasan secara sosial antara dirinya dengan wartawan. Untuk itu, ia menegaskan jika panggilan Om Gogo, jauh lebih baik karena tidak ada batasan secara sosial, bahkan panggilan tersebut tidak merendahkan dirinya sebagai seorang pejabat publik dan menjatuhkan derajatnya sebagai seorang manusia.

Di Kesempatan itu, Om Gogo juga meminta saran dan masukan dari rekan-rekan wartawan terkait dengan kinerja Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan yang merupakan corong alias juru bicara dari Pemerintah Daerah.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Kwatak, Mardianto Musa Altaran, kemudian memberi masukan terkait dengan penguatan materi rilis yang disediakan Bagian Protokol dan Komunikasi pimpinan, sebelum di share ke wartawan untuk diberitakan.

Senada disampaikan Hasbi Conoras, ia mengharapkan agar dalam pembuatan rilis mengenai kegiatan-kegiatan Pemerintah Daerah, setidaknya bisa dikirim ke rekan-rekan wartawan sesuai dengan waktu pelaksanaan kegiatan tersebut, sehingga tidak berselang satu hari, baru dikirim ke wartawan untuk diberitakan.

Selain itu, ia juga meminta kepada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan agar dapat menginformasikan terkait dengan progres kepemimpinan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen, selama memimpin Kota Tidore Kepulauan di periode kedua ini, agar publik dapat mengetahui kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan sebagaimana visi misi yang telah dicanangkan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen alias AMAN Jilid II.

Dikesempatan itu, Suratmin Idrus, Wartawan Fajar Malut, juga ikut memberi masukan, ia berharap agar Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk berkomunikasi dengan wartawan, sehingga perlu dibuatkan Grup WhatsApp agar saling menginformasikan tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan Pemerintah Daerah.

Selain itu, perlu dilakukan pelatihan jurnalistik bagi pegawai di Bagian Protokol dan Komunikasi pimpinan, sebagai bentuk dari penguatan kualitas sumberdaya manusia, sehingga dalam pembuatan rilis bisa sesuai dengan apa yang diharapkan.

Di akhir pertemuan, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Ridwan Haji, berjanji akan menindaklanjuti apa yang menjadi masukan dari rekan-rekan wartawan. (ute)