“Selain pengawasan Obat-obatan dan olahan pangan juga, di Tidore ada beberapa Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi juga selama ini masih pada zona aman, sehingga harapannya kedepan lebih intens lagi bagi Pemerintah dan BPOM serta Badan Gizi Nasional untuk terus mempertahankan kelayakan dan pengawasan Olahan pangan di setiap dapur MBG tersebut sehingga hal yang tidak diinginkan bersama.” Sambung Ahmad Laiman.
Sementara, Balai Pengawasan Obat dan Makanan di Sofifi Ermanto Siahaan mengatakan, kunjungan ini sebagai bentuk silaturahmi antara Balai POM dan Pemerintah Daerah untuk membangun sinergi bersama pengguna layanan lintas sektor terkait sebagai komitmen bersama dalam memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan di lingkungan Pemkot Tidore.
“Kami mohon dukungan dan kerjasama dari Pemkot Tidore dalam pengawasan Obat dan Makanan, sehingga kita terus memastikan bahwa tidak ada barang pangan yang kadaluarsa maupun obat-obat terlarang yang dijual bebas di Kota Tidore.” kata Ermanto.
Ermanto juga menambahkan bahwa, saat ini juga BPOM terus memantau program presiden RI yakni memberikan makanan bergizi, sehingga terus dipastikan agar pemenuhan makanan bergizi tetap aman untuk diberikan kepada penerima manfaat.
“Kami berharap kepada pemkot Tidore ketika terjadi hal yang tidak kita inginkan di dapur MBG tersebut mohon untuk segera dilaporkan ke pihak BPOM agar secepatnya ditindaklanjuti untuk pengambilan sampel tersebut” sambung Ermanto.
Turut mendampingi Asisten Sekda Bidang Perekonomian Pembangunan Taher Husain, Plt Dinas Kesehatan Saiful Salim, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Zulkifli Ohorella dan Analis Kebijakan Ahli Muda pada Bagian Tata Pemerintahan Samsul Talib. (hms)
