Pencarian dilakukan oleh anggota Koramil Maffa, relawan DMC Dompet Dhuafa, dan warga sekitar. Setelah tiga jam pencarian intensif, jenazah Azam ditemukan oleh warga bernama Lutfi dalam keadaan tak bernyawa. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. “ Kondisi arus sungai saat itu sangat deras dan berbahaya, terutama bagi anak-anak,” ungkap Asrul Lamunu, relawan DMC Dompet Dhuafa.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap bahaya banjir, terutama saat musim hujan. Pihaknya turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban.
Sementara itu, Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) sejak Minggu (22/6/2025) malam, menyebabkan 2.430 jiwa telah dievakuasi dan kini menempati pos-pos pengungsian yang disediakan BPBD maupun lokasi-lokasi darurat lainnya
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halsel, Aswin Adam, mengemukakan, sebanyak 2.430 jiwa telah dievakuasi dan kini menempati pos-pos pengungsian yang disediakan BPBD maupun lokasi-lokasi darurat lainnya. “BPBD telah mendirikan posko penanganan banjir dan melakukan evakuasi serta distribusi bantuan logistik seperti makanan siap saji. Namun masih ada kebutuhan mendesak seperti selimut, terpal, dan pakaian layak pakai,” jelas Aswin.
Adapun data sementara jumlah pengungsi yang dihimpun BPBD Halsel, disejumlah posko, diantaranya
Kantor BPBD: 7 KK / 33 jiwa, Masjid Sultan: 27 KK / 83 jiwa, Masjid Raya: 5 KK / 13 jiwa, SMPN 1 Labuha: 5 KK / 50 jiwa, Masjid Taman Sari: 45 KK / 161 jiwa, Rumah Ketua RT Tomori: 20 KK / 42 jiwa, Hingga kini, tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri, dan relawan masih terus melakukan pendataan, evakuasi, dan penyaluran bantuan ke wilayah terdampak. Masjid Muhajirin Habibi: 21 KK / 48 jiwa dan Pengungsi mandiri: 500 KK / 2.000 jiwa.(Nan)
