DARUBA – Statemen Wakil Ketua Komisi I DPRD Pulau Morotai, Basri Rahaguna, terkait desakan agar ‘Pemda jangan lagi libatkan ASN dalam pembagian Sembako’ sebagai mana yang diberitakan Fajar Malut, menuai reaksi dari sejumlah pihak. Anggota Kelompok Kerja (Pokja) Staf Khusus (Stafsus) Bupati Morotai, Julham Ube.
“Pernyataan Wakil ketua Komisi I Basri Rahaguna, dalam menyoroti penanganan Covid-19 beberapa hari terakhir ini di media tentang hentikan ASN ‘Pikul Beras’ untuk dibagikan ke Masyarakat. Saya anggap bukan pernyataan yang ‘waoo’, dan tidak terlalu subtansial,” cetus Zulham dalam rilisnya yang diterima Fajar Malut, Rabu (20/5/2020).
Bagi Julham, penanganan Covid-19, sudah menjadi tanggung jawab moril baik pemerintah maupun semua lapisan masyarakat. Terkait nasib buruh yang tidak dilibatkan dalam penyaluran Sembako sebagaimana pendapat Basri Rahaguna, menurut Julham, juga sangat keliru.
“Jadi PNS pikul beras bukan berarti mengabaikan pekerjaan teman-teman Buruh, atau teman-teman buruh tidak dilibatkan. Tetapi..!! ada buruh juga yang terlibat dalam pembongkaran beras (Sembako). Buktinya dari kontainer masuk gudang itu buruh/TKBM yang bongkar semua, tapi pada saat ambil di gudang masing-masing dinas yang ambil. Itu menandakan bahwa buruh juga dilibatkan,” paparnya.
Mantan Aktivis LMND itu juga menerangkan, mengapa harus SKPD yang memiliki desa Binaan turut melibatkan diri dalam melakukan proses pendistribusian beras sampai ke desa binaannya, karena itu merupakan keterpanggilan moril dari SKPD sebagai bentuk pelayanan langsung ke masyarakat.
Dan dijamin seluruh sembako terkontrol dengan baik, mulai dari jumlah sembako sampai pada tingkat pendistribusian di lapangan (penerima). “Cobalah sebagai Wakil Ketua Komisi I Basri Rahaguna lebih itens lagi dalam memberikan pernyataan-pernyataan yang lebih waoo lagi, sebagai wakil rakyat,” sindirnya.
Selain Pokja, sejumlah ASN juga melontarkan kritik terhadap Basri yang dinilai sebagai ‘Pahlawan Kesiangan’.“Kenapa tidak dari awal kritik ini disampaikan ke Bupati. Pembagian Sembako kan sudah masuk tahap tiga, dan tinggal beberapa hari saja kedepan sudah selesai, kalau kita (ASN) berhenti bagi terus kita cari buruh lagi, berarti masyarakat nanti terima Sembako so selesai lebaran.
Kalau mau jadi pahlawan baik-nya bangun subuh, jangan bangun kesiangan,” kesal salah satu ASN yang menolak namanya dimuat saat menghubungi media ini melalui sambungan telepon. (fay)

