LABUHA – Dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha mengvonis Bayi perempuan berusia 6 hari asal desa Tabajaya, Kecamatan Bacan Timur Selatan mengalami penyakit Encephalocele atau Ensefalokel.
Encephalocele adalah penyakit bawaan lahir mengalami tonjolan di kepala atau tulang wajah ini merupakan kelaianan saraf yang ditandai dengan adanya penonjolan meningens (selaput otak-red), dimana otak berbentuk seperti kantong melalui satu lubang pada tulang tengkorak yang terjadi karena kegagalan penutupan tabung saraf selama perkembangan janin dalam kandungan.
Menurut Direktur RSUD Labuha Asia Hasjim, bayi kelaian yang dirawat di RSUD sejak Sabtu 27 Juni itu tidak menunjukan adanya sakit. Kondisi bayi terlihat prima sehingga hanya diberikan tambahan vitamin.
Asia menjelaskan hasil diagnosa dokter menunjukkan pasien mengalami penyakit kelainan gagal saraf Ensefalokel yang ditandai benjolan di kepala seperti cairan. Untuk mengatasinya, maka jalan satu satunya harus dirujuk ke rumah sakit di Manado Sulawesi Utara yang memiliki ahli bedah saraf.
“Kalau mau dioperasi harus ke Manado, karena Halsel belum miliki dokter ahli beda saraf,” kata Asia Senin (29/6). Asia menambahkan, untuk secara fisik bayi perampuan tersebut tidak menunjukan gejala sakit yang dialami, namun penyakit yang di derita itu harus disembuhkan melalui meja operasi. “Kita di sini hanya bisa beri vitamin penanganan lain tidak bisa, itu harus ke Manado,” tuturnya. (Nan)

