Beda Data, KSOP Berpatokan Dengan Manifest Penumpang

Pencarian hari ketiga

TERNATE – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate tetap berpatokan pada manifest 181 orang penumpang KM Karya Indah, yang terbakar Sabtu (29/5) di perairan Lifmatola Sementara data yang di rilis oleh Basarnas hingga saat ini jumlah penumpang KM. Karya Indah mencapai 283 orang dimana satu masih belum ditemukan.

“Kami KSOP tetap berpatokan terhadap manifes 181 dengan ABK 14 orang. Saya sudah laporkan ke Dirjen, adapun selisih itu menjadi tanggungjawab nahkoda dan agen. Untuk diketahui sebelum kita menerbitkan surat persetujuan berlayar (SPB) ke mereka, itu nanti nahkoda sudah mengajukan surat sailing declaration dengan surat itu kita KSOP tidak mencampuri lagi. Karena di manifes sudah sesuai dengan kapasitas penumpang 300 orang, kalau manifest diajukan ke kita 181 masih dibawa normal, mau tidak mau kita berikan SPB. Dan sistem yang memberikan SPB,” demikian di jelaskan Kepala KSOP Kelas II Ternate Affan Tabona Senin (31/5).

Dikatakannya, nahkoda kapal menyerahkan sailing declaration ke KSOP, nanti nahkoda bersama pemilik kapal yang mengecek muatan barang. Jika nanti ada muatan yang berbahaya maka itu menjadi tanggungjawab mereka.

“Kita petugas Syahbandar tidak mengecek sampai ke dalam, sampai banyaknya penumpang pun kita tidak cek satu – satu. Dulu SIB (Surat Izin Berlayar) kita yang turun kesana periksa, kalau sekarang kita tidak melakukan pemeriksaan sama sekali. Kita berikan persetujuan berlayar sesuai sailing declaration,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, pada hari ketiga ini juga ada perubahan data penumpang yang signifikan dengan manifest awal 181 penumpang dan 14 kru kapal. Sebelumnya pada Sabtu malam itu terdapat penambahan angka 275 orang. Namun, masuk hari ketiga ini, kembali terdapat penambahan berdasarkan siaran pers yang dikirim Basarnas, yakni mencapai 283 orang.

Kepala Basarnas Ternate, Muhamad Arafah, dalam keterangan pers yang diterima fajarmalut.com menyebutkan, pencarian hari ketiga ini dimulai pada pukul 07.00 WIT.  Dimana tim SAR Gabungan dibagi menjadi tiga SRU. Yang mana pada hari ke tiga pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian dan pesisir pulau terdekat seperti Pulau Lifmatola dan Pulau Waisum.

Menurut Arafah, pihaknya juga telah menyampaikan kepada para nelayan dan kapal-kapal yang melintas di area tersebut agar segera melapor apabila melihat maupun menemukan korban.

“Kami berharap dengan kerja keras Tim SAR Gabungan di hari ke tiga ini korban bisa ditemukan,” ungkapnya. Dia menjelaskan pada pukul 09.55 Wit, OSC melaporkan bahwa seluruh SRU 1 balik kanan menuju Pel. Sanana dikarenakan cuaca di search area tidak memungkinkan untuk dilaksanakan pencarian dengan menggunakan RIB maupun Speedboat.

Sementara KN Ular Laut 405 dan KRI Albakora 867 tetap melaksanakan searching di Area Pencarian. Dan Pukul 11.50 Wit, OSC bersama dengan Tim Gabungan yang lain bertemu dengan Istri korban untuk menyampaikan kondisi terkini proses Operasi pencarian. Sementara pukul 12.00 Wit, KRI Albakora 867 selesai melakukan pencarian di Sektor III dengan hasil Nihil. Selanjutnya KRI Albakora 867 balik kanan menuju Koarmada RI 3 Sorong.

Selain itu pada pukul 14.00 Wit, hasil pencarian di Sektor II oleh KN Ular Laut 405 masih belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. KN Ular Laut melanjutkan penyisiran di sekitar koordinat lokasi kejadian. Dan pada pukul 20.00 Wit, Tim SAR Gabungan berkumpul di Pelabuhan Sanana untuk pelaksanaan debreafing operasi sar hari ke 3. Hasil Operasi hari ke tiga, Search Area untuk SRU 1 baru tercover 50 persen dikarenakan faktor cuaca buruk. Untuk Search Area SRU 2 dan SRU 3 telah tercover keseluruhan. “Hasil Pencarian Hari ke tiga dari pagi hingga sore hari masih nihil, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Selanjutnya Operasi SAR dihentikan sementara. Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada tanggal 01 Juni 2021, pukul 06.30 WIT,” jelasnya.

Unsur yang terlibat dalam pencarian korban Unit Siaga SAR Sanana sebanyak 6 orang, Kodim 1510/Sanana sebanyak 4 orang, Polres Kepulauan Sula sebanyak 14 orang, Ditpolairud Polda Malut sebanyak 9 Orang, Pos AL Sanana sebanyak 2 orang, KUPP Sanana sebanyak 12 orang, BPBD Kabupaten Kepulauan Sula sebanyak 4 orang, KN. Ular Laut 405 BAKAMLA R.I sebanyak 17 orang, KRI Albakora 867 sebanyak 36 orang dan masyarakat sebanyak 10 orang.

Bila Kapal Penuh, Jangan Paksakan Keberangkatan 

Sementara itu Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), I Gede Astawa mengimbau kepada warga agar tidak memaksakan keberangkatan apabila kapal kapasitas kapal sudah penuh. 

“Sudah sering kita himbau ke masyarakat. Pertama-tama itu jangan memaksakan naik ke kapal bila kapal tersebut sudah lebih kapasitas,” katanya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (31/5/2021).  Selain tidak memaksakan naik ke kapal bila kapal sudah penuh kapasitasnya, Gede meminta agar warga yang mau naik ke kapal itu harus memastikan memiliki tiket dan terdaftar di manifest.

“Sering kali kita temui itu ada orang yang memaksakan naik ke kapal tanpa memiliki tiket. Kebanyakan itu hanya mau beli tiket di dalam kapal,” bebernya. Tentu, dia menambahkan, yang dikhawatirkan yang beli tiket di dalam kapal itu tidak tercatat di manifest penumpang. “Jadi yang paling penting ketika naik ke kapal itu harus beli tiket di loket dan tercatat di manifest,” ungkap Gede.

Kemudian, lanjut Gede, pihak kapal harus membuat kenyamanan di dalam kapal. “Terutama pihak kapal harus menempatkan barang bawaan sesuai di tempatnya. Misalnya yang harus ditaruh ke dalam palka, taruh ke dalam palka. Jangan menaruh di sembarang tempat,” harapnya.(cim/nai)