Belajar dari Ci Ojek Andalan Yang Menabung Untuk Berkurban di Idul Adha

Ci Ojek Andalan Serahkan Satu Ekor Sapi
Ci Ojek Andalan Serahkan Satu Ekor Sapi

Ada kisah yang mengharukan pada momen perayaan idul adha 1447 H di Kota Ternate tahun ini, kisah tentang ketulusan, kebersamaan dan kesungguhan dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan konsisten.

Pada Seni (25/5/2026) komunitas ibu-ibu pengemudi ojek yang tergabung dalam Ci Ojek Andalan Kota Ternate menyerahkan 1 ekor sapi kurban kepada panitia kurban di Masjid Ikhwanul Muslimin, Kelurahan Moya. Dimana, sapi yang sehat dan berukuran besar itu bukan sekadar hewan kurban, melainkan simbol dari perjuangan panjang yang mereka lalui bersama.

Di bawah kepemimpinan ketua komunitas Ci Ojek Rustina Ishak, para ibu ini memulai perjalanan sederhana, menabung dari hasil menarik ojek setiap hari. Tanpa paksaan, tanpa target besar di awal, mereka hanya berkomitmen menyisihkan Rp10.000 per hari.

Meski dengan kondisi cuaca panas dan hujan dan kondisi lelah disertai keterbatasan, mereka masih tetap menyisihkan sebagian penghasilan, yang jumlahnya mungkin tak seberapa, namun karena dilakukan bersama dengan niat dan tujuan ibadah akhirnya tabungan itu terkumpul.

Ketua komunitas Rustina Ishak tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat sapi diserahkan ke panitia mesjid.

“Alhamdulillah, hari ini perasaan saya campur aduk—haru, bangga, dan sangat bersyukur. Tidak pernah terbayang sebelumnya, dari uang yang kami sisihkan sedikit demi sedikit setiap hari, akhirnya kami bisa berkurban satu ekor sapi,” katanya.

Rustina juga mengenang proses yang mereka lalui sampai dapat membeli sapi tersebut. “Prosesnya panjang, hampir satu tahun kami menabung. Setiap hari hanya Rp10.000 dari hasil menarik ojek. Kadang ada hari sepi penumpang, kadang capek di jalan, tapi kami tetap berusaha menyisihkan. Tanpa terasa, berbulan-bulan itu berlalu, dan tabungan kami terkumpul,” ungkapnya.
Dia dan rekannya menjadikan momentum ini sebagai motivasi bukan sekadar ibadah, namun momen ini jadi bukti bahwa kekuatan kebersamaan mampu mengubah hal kecil menjadi sesuatu yang besar dan bermakna.

Dari tangan-tangan perempuan pekerja yang setiap hari berjuang di jalan, lahir sebuah inspirasi tentang keikhlasan dan keteguhan hati.

Kisah CI Ojek Andalan Kota Ternate ini mengajarkan satu hal sederhana namun dalam bahwa berkurban bukan hanya tentang seberapa besar yang dimiliki, tetapi tentang niat, konsistensi, dan kesungguhan untuk beribadah semata-mata hanya karena Allah.

Semoga
Seperti Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang mengajarkan arti ketaatan, para ibu-ibu Ci-Ojek Andalan ini mengajarkan arti keteguhan dan kesabaran, bahwa dari hal sederhana, bisa lahir keberkahan yang luar biasa.*

Penulis: Nuryani Amra