JAILOLO – Gedung Sentra Industri Kecil Menengah (SIKM) Kelapa Terpadu Kabupaten Halmahera Barat kini kondisinya mulai rusak. Padahal, pembangunan gedung yang beralamat di Desa Acango, Kecamatan Jailolo itu menelan anggaran yang tidak sedikit.
Amatan Fajar Malut, di lokasi Rabu (24/8/2022) gedung pabrik pengolahan kelapa yang diresmikan pada April 2019 lalu itu terlihat ambruk pada bagian plafon di sejumlah bangunan. Bahkan, lokasi gedung tersebut kini dikelilingi semak belukar yang begitu tinggi.
Berdasarkan data yang diperoleh, pembangunan gedung SIKM menghabiskan anggaran Rp 12,5 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2019.
Selain DAK, gedung tersebut mendapatkan anggaran tambahan tahun 2021 yang tercantum dalam LPSE Kabupaten Halmahera Barat 2021 yang dianggarkan melalui APBD 2021 dengan nama kegiatan Pembangunan Gedung Area Produksi Sentra Home Industri dengan nilai kontrak Rp. 2.976.553.000,00 dan nilai pagu paket senilai Rp. 3.250.487.000,00 serta Nilai HPS Paket Rp. 3.249.736.851,4 yang melekat di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM setempat dengan pemenang tender PT. SINAR STANDY PRATAMA.
Tidak hanya itu, tercantum di LPSE Kabupaten Halmahera Barat 2021, ada salah satu nama kegiatan, yaitu Pengadaan Peralatan dan Mesin Sentra Home Industri dengan nilai Kontrak : Rp. 2.976.553.000,00 dan pagu paket senilai Rp.1.500.000.000,00 dan Nilai HPS Paket Rp. 1.499.987.500,00 yang juga bersumber dari APBD 2021. (ais)

