Belum Dilunasi, Pemilik Lahan Boikot Lokasi TPA

Jalan menuju TPA yang di tutup pemilik lahan

DARUBA – Lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Dehegila Kecamatan Morotai Selatan kembali ditutup oleh pemilik lahan Ali Weka. Hal ini dilakukan karena pemilik lahan mengaku kecewa dengan sikap Pemkab Pulau Morotai yang belum juga menyelesaikan pembayaran lahan dilokasi tersebut.Pantauan Fajar Malut, akibat dari penutupan akses jalan menuju TPA, akhirnya sampah di buang begitu saja tengah jalan dekat lokasi TPA.

Ali Weka mengatakan, dirinya nekat melakukan aksi ini lantaran kesal dengan sikap Pemkab Morotai yang belum memberikan kepastian terkait pelunasan sisa lahan TPA.  “Maksud saya minta bayar 65 juta, dan ibu Kabag Pemerintahan bilang yang 50 juta itu, Bupati bale dari jakarta baru bayar kase lunas, sampe sekarang tarada kejelasan padahal Bupati so datang di Morotai. Terus hari Senin ini saya tanya lewat SMS, saya pe doi so masuk, terus dia (Kabag Pemerintahan) bilang belum dan saya langsung palang jalan,” geram Ali.

Selain tidak mengijinkan masuknya mobil sampah ke lokasi TPA, Ali juga melarang petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan pembersihan sampah yang berserakan di jalan, dengan alasan lokasi tersebut masih menjadi haknya. “Saya tara mau, karena ini masih hak saya. Kalau saya yang kase tanya jual lahan ini di Pemda boleh, tapi ini kamu (Pemda,red) yang beli bukan saya yang paksa,” cetusnya.

Kata dia, Jika Pemkab sudah melunasi sisa uang Rp 115 juta, ia juga akan mengundurkan diri sebagai petugas penjaga TPA. “Kalau so bayar saya langsung bilang di Bupati saya mundur dari petugas penjaga TPA ini, saya kecewa dengan Pemerintah, saya tunggu kase lunas hak saya dulu baru saya berenti,” tegas Ali. Ali juga mengungkapkan, sempat mendapat tekanan dari Kabag Pemerintahan agar masalah ini jangan disampaikan ke wartawan.

“Ibu Sofia WA di saya, dia bilang jangan pake wartawan, saya bilang tidak mungkin hal bagitu dong tara ikut campur, apalagi masyarakat punya kebutuhan wartawan punya hak bikin berita,” tambah Ali. Sementara itu Kabag Pemerintahan Pemkab Pulau Morotai hingga berita ini dikirim ke redaksi belum bisa dihubungi atau ditemui. (fay)