Belum Sebulan 2 Napi Lapas Ternate Meninggal Dunia

LAPAS KLAS IIA Ternate

TERNATE – Terpidana kasus pencabulan anak yang dijerat dengan undang-undang perlindungan anak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Ternate bernama Wahid bin Hasan meninggal dunia, Selasa (5/1/2021).

Napi 60 tahun tersebut menghembuskan nafas terakhir di RSUD Chasan Boesoirie Ternate sekitar pukul 13.10 WIT karena menderita sesak napas.

Kepala Lapas klas IIA Ternate, Maman mengatakan, almarhum sebelumnya dalam keadaan sehat. Namun, berdasarkan riwayat pengobatan di klinik  Lapas Kelas IIA, lelaki itu sering menderita sakit sesak napas dan asam urat. “Iya, meninggal tadi siang,”  kata Maman saat dikonfirmasi Fajar Malut.

Maman menuturkan, almarhum sebelum meninggal sempat beristirahat di kamarnya dan masih terlihat tampak sehat. Teman sekamarnya curiga karena suara tidak seperti biasanya, dan petugas menerima laporan langsung membawanya ke kantor kemudian dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate.

“Almarhum meninggal di rumah sakit, kami sudah serahkan kepada keluarganya dan sudah dimakamkan sore tadi (kemarin),” ujar Maman.

Almarhum mendekam di Lapas karena terbukti melakukan tindak pidana pencabulan anak. Ia divonis 9 tahun penjara dan resmi menjalani sejak 2018 lalu. Sebelumnya tepatya 13 Desember 2020 seorang narapidana di Lapas kelas IIA Ternate yang diketahui bernama M Janwar alias Ari meninggal dunia.  Terpidana kasus perbankan menghimpun dana tanpa izin OJK alias Karapoto itu meninggal di RSUD Chasan Boesoirie Ternate, Ahad (13/12/2020).

Di wajah almarhum terdapat tanda melepuh berwarna biru di pipi bagian kiri bawa.  Kepala Lapas kelas IIA Ternate.  Diketahui almarhum divonis 5 tahun penjara subsider 1 bulan penjara. Dan sudah menjalani masa hukuman sekitar 1 tahun. Almarhum mulai menjalani hukuman di Rutan Ternate pada Oktober 2019 dan dipindahkan ke Lapas sekitar pertengahan 2020 pasca putusan.

Almarhum dirawat karena mengalami sakit maag. Ia mulai mengeluh, usai shalat Ashar di Musallah Lapas dan langsung dilarikan ke klinik.  Namun, kondisinya makin memburuk dan nyaris  pingsan, pihak Lapas kemudian membawanya ke RSUD CB. (dex)