Begitupun dalam video itu, Kepala Kemenag Halut juga mengarahkan pegawai Kemenag se-Halut untuk memenangkan calon Bupati bernomor urut 2, pasalnya hanya Paslon tersebut yang dinilai menjalin silaturahmi dan meminta bantuan dukungan atas instansi yang dipimpinnya dengan diduga adanya deal-deal politik ketika terpilih sebagai bupati nantinya dengan membangun infrastruktur.
“Dari keempat Cabup, hanya silaturahmi pe saya cuma 1 orang, dan dia bilang pak saya minta bantu kerja sama dan saya bilang boleh, tapi saya minta pertama Islamic Center, yang kedua Asrama Haji, yang ke 3 Madrasah Swasta disentuh, yang ke empat Insentif Guru, dan yang ke 5 madrasah negeri harus dihibahkan,” ucapnya.
Dalam pertemuannya itu, Kepala Kemenag Halut sempat melarang kepada pegawainya untuk merekam dan menyebut bahwa ASN di Kemenag harus solid.
Atas beredarnya video tersebut, pihak Bawaslu Halut belum menerima laporan. Meskipun demikian pihaknya akan segera melakukan penelusuran atas beredarnya video itu. “Belum ada laporan resmi kepada kami. Namun kami akan melakukan penelusuran atas video tersebut yang diduga dilakukan kampanye hitam oleh salah satu pejabat itu,” ungkapnya.
Pewarta : Ferdinand LMP
Editor : Mahmud Daya
