Ismail berharap dukungan FAO dapat membantu Tidore dalam memperkuat konservasi sumber daya genetik, pengembangan kapasitas petani, penelitian dan inovasi, pertanian berkelanjutan, serta pengembangan rantai nilai komoditas pala dan cengkeh, dan Tidore dapat menjadi bagian dari jaringan pembelajaran serta kerja sama internasional dalam pengelolaan sumber daya genetik dan sistem pertanian yang berkelanjutan.
Di Kesempatan yang sama Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste. Rajendra Aryal mengatakan kunjungan ini bertujuan untuk membuat cengkeh dan pala memiliki nilai penting bagi masyarakat di Maluku Utara khususnya di Kota Tidore Kepulauan.
Dirinya menyebutkan cengkeh dan pala bukan hanya komoditas saja. Tetapi, pemasaran produk yang membentuk identitas, kebudayaan dan kehidupan Masyarakat di maluku utara oleh karena itu perlu adanya menjaga cengkeh dan pala melalui program (CDCSUI)
Rajendra menyatakan FAO siap untuk mendukung Pemerintah Daerah dalam mendominasikan Tidore bersama praktek mengolah cengkeh dan pala. Mengakhiri sambutannya Rajendra meminta untuk saling bekerja sama dan membantu menjaga kelestarian cengkeh dan pala untuk generasi sekarang dan generasi yang akan datang.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala BRMP Maluku Utara, GEF Technical FAO, Lead Technical Officer FAO, Nasional project manager CDCSUI, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Badan Bapperida, Kepala Dinas DLH, Kepala Dinas P2KBP3A, Kepala Dinas PMD dan Kepala Dinas Perindagkop. (hms)