WEDA – Menyikapi kondisi ketersediaan minyak goreng dan harga pasaran yang tinggi, personel Polres Halmahera Tengah melakukan kegiatan monitoring minyak goreng di wilayah hukumnya.
Melalui personel Bhabinkamtibmas Desa Fidi Jaya, Brigpol Assamad melaksanakan pengecekan ketersediaan minyak goreng di pasar Fidi Jaya, Kecamatan Weda.
Terkait hal itu, Kapolres Halteng, AKBP Moh. Zulfikar Iskandar menyampaikan, pada saat ini ketersediaan minyak goreng kemasan di sejumlah toko dan pasar masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Weda.

Lanjutnya, dari hasil kegiatan monitoring yang dilakukan tersebut, terpantau hanya terdapat 7 (tujuh) kios yang menjual minyak goreng eceran dengan harga yang berbeda beda.
“jenis minyak goreng eceran yang beredar di Pasar Rakyat Weda Desa Fidi Kaya diketahui, minyak goreng Bimoli, minyak goreng sovia, minyak goreng lifa, minyak goreng zaitun dan minyak goreng Amr,” katanya.
Adapun harga minyak goreng eceran itu diketahui ukuran botol 600ml Rp 15.000, ukuran botol 1,5 liter Rp 35.000, ukuran jerigen 5 liter Rp 140.000, ukuran plastik sedang Rp 25.000, ukuran plastik kecil :Rp 18.000, Amr 1 liter kemasan plastik : Rp 27.000.
Monitoring yang dilakukan itu juga, Bhabinkamtibmas menemukan keluhan dari para pedagang terkait dengan sulitnya untuk mendapatkan minyak goreng.
“Jika memang ada, namun harga minyak goreng tersebut harganya yang cukup tinggi di kisaran Rp 400.000 sampai dengan Rp 480.000 per jerigen, sehingga para pedagang bingung untuk melakukan penjualan secara eceran,” tutup Kapolres. (udy)

