Biblel Coffee Hadir di Patani Utara, Sampah Plastik Jadi ‘Mata Uang’

Pada kegiatan tersebut hadir sejumlah kandidat calon kepala desa dari tiga desa, yakni Desa Pantura Jaya, Desa Tepeleo, dan Desa Tepeleo Batu Dua. Di biblel coffe ini akan menjadi ruang dialog terbuka bagi masyarakat untuk mengetahui sejauh mana komitmen para kandidat dalam mengatasi persoalan sampah di tingkat desa.

Kegiatan launching juga dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari komunitas muda-mudi, karang taruna, Penjabat Kepala Desa, hingga warga setempat yang menunjukkan antusiasme terhadap inisiatif yang digagas Komunitas Biblel.

Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif komunitas dalam menghadirkan ruang publik yang kreatif sekaligus edukatif bagi masyarakat.

Dia menilai langkah yang dilakukan Komunitas Biblel merupakan semangat yang luar biasa dan sejalan dengan upaya pemerintah pusat maupun daerah yang saat ini tengah memberikan perhatian serius terhadap upaya penanggulangan sampah plastik. “Inisiatif seperti ini sangat positif. Selain melibatkan anak muda, juga menghadirkan pendekatan kreatif dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah,” ujarnya.

Melalui peluncuran Biblel Coffee dan Project Tausia Hijau, Komunitas Biblel berharap dapat memperkuat kesadaran kolektif masyarakat sekaligus mendorong lahirnya komitmen nyata dari para pemimpin desa dalam mengelola persoalan sampah secara berkelanjutan. (udy)