BKAD Halbar Bantah Dugaan Bantuan Pendidikan Fiktif

Salah satu nama yang mencuat dalam polemik ini adalah Dealfrit Kaerasa. Sonya mengungkapkan, Dealfrit memang sempat memasukkan proposal permohonan bantuan, namun hingga tenggat waktu 31 Desember 2024, yang bersangkutan tidak melengkapi persyaratan. “Bahkan, buku rekening atas nama Dealfrit pun tidak ada. Bagaimana mungkin dana bisa cair? Dugaan pencairan fiktif itu tidak benar,” tegasnya.

Meski penjelasan BKAD terkesan lugas, sejumlah pihak menilai proses verifikasi ini masih menyisakan tanda tanya. Pasalnya, dari 105 nama yang diajukan, hanya 33 yang menerima bantuan. Apakah proses verifikasi memang ketat atau ada permainan di balik layer.

Publik pun menuntut transparansi penuh, termasuk membuka data nama penerima bantuan agar tidak ada kecurigaan yang berlarut-larut.

Menanggapi berbagai spekulasi, BKAD Halbar membuka ruang bagi mahasiswa yang merasa berhak menerima dana tetapi tidak mendapatkannya. “Silakan datang langsung ke BKAD. Kami siap menjelaskan dan memperlihatkan data yang ada,” pungkas Sonya.

Pewarta    : Faisal Noho    Editor   : Zulkifli Hi Saleh