BMKG Prediksi Sepekan Panas Ekstrem di Malut

TERNATE – Kondisi cuaca panas ekstrim diperkirakan melanda Maluku Utara dalam sepekan kedepan, untuk itu warga dihimbau ketika beraktifitas diluar rumah untuk bisa menggunakan pelindung atau jaket.

Sub Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Setiawan Sri Raharjo mengatakan, kondisi cuaca saat ini cukup panas hingga 10 hari kedepan, kondisi ini diperkirakan akan sampai idul fitri 1444 hijriah. Khusus untuk Maluku Utara sebagian diwilayah khatulistiwa yang dilewati garis ekuator akan mengalami panas ekstrim.

“Karena sekarang matahari posisinya memang tepat diatas wilayah ekuator (khatulistiwa) pasca dia (matahari) melakukan pergerakan dari wilayah selatan menuju ke wilayah utara atau dari Australia menuju ke Asia,” katanya, pada Selasa (11/4/2023) kemarin.

Menurutnya, sekarang posisi matahati tepat diatas permukaan wilayah Maluku Utara, sehingga jarak antara matahari dan bumi di Maluku Utara terlalu pendek sehingga radiasinya kata Setiawan cukup kuat.

“Ini yang membuat wilayah kita di Maluku Utara terasa panas dan pembentukan uap airnya akan berkurang yang mengakibatkan panas makin bertambah di wilayah Maluku Utara,” ungkapnya.

Dia menyebut, yang harus di waspadai itu pasca panas 10 hari tersebut, karena diperkirakan pada pertengahan April setelah lebaran idul fitri akan terjadi pergerakan cuaca ekstrim akibat hujan sedang hingga lebat di Maluku Utara sampai pada bulan Mei 2023.

“Ini perlu diwaspadai bagi masyarakat, termasuk kekuatan angina akan meningkat di bulan April namun tidak signifikan seperti pada awal bulan April kemarin, sampai meningkatkan tinggi gelombang sehingga menghambat perjalanan transportasi laut akibat keberangkatan kapal yang harus tertunda, namun untuk 10 hari kedepan tinggi gelombang relatif aman,” jelasnya.

Sementara kondisi cuaca panas ini sendiri kata dia, akan sangat terasa apalagi ditengah umat muslim di Maluku Utara menjalankan ibadah puasa Ramadan, sehingga energi ketersediaan air dalam tubuh bisa berkurang ditambah cuaca ekstrim.

“Makanya tentunya masyarakat harus mempersiapkan diri untuk pribadi masing-masing, sehingga sekiranya tidak ada kepentingan melakukan aktifitas di siang hari dapat dikurangi tapi bagi yang melakukan aktifitas harus menghindari panas dengan jaket atau pelapis,” tegasnya.*
Pewarta : Hasim Ilyas
Editor      : Acim