LABUHA – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan, Abukarim Latara mengaku tidak bisa berbuat banyak, termasuk mendata jumlah kerusakan akibat gelombang tinggi yang menghantam di sejumlah desa. Pasalnya, instansi yang dipimpinnya minim anggaran.
“Kita belum miliki data desa terdampak bencana disebabkan karena tidak ada anggaran operasional pendataan,” ungkap Abukarim, ketika dikonfirmasi, Selasa (7/12/2021) kemarin.
Abukarim lantas menyalahkan para kepala desa yang dianggap tidak proaktif melaporkan bencana yang ada di desa masing-masing. “Kami sudah sampaikan ke kades agar proaktif soal data bencana, karena ketika bencana kades menjadi kepala bencana di desa. jangan seolah-olah kami yang disalahkan,” tegas Abukarim.
Meski begitu, ia mengaku saat ini pihaknya melakukan pendataan di dua lokasi ke Bacan Timur dan Bacan Barat. data yang dikantongi Fajar Malut, kerusakan rumah warga akibat tingginya gelombang itu, diantaranya Desa Gunange, Desa Lelei, Desa Kida, desa Buli, Desa Karamat, Desa Dorolamo, Desa Kokotu dan Desa Nang, Desa Yoyok, Desa Tabalema, Desa Liboja Hijra, Desa Dowora, Desa Laiwui. (nan)

