Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian juga menekankan tentang pentingnya mitigasi dan penanggulangan bencana yang lebih sistematis dan terintegrasi.
“Isu penanganan bencana harus menjadi isu prioritas bagi para kepala daerah, mari membuat rencana yang lebih sistematis dan terintegrasi, dari hulu sampai hilir dalam penanggulangan bencana. BNPB bersama Basarnas membuat guidelines, dan Kemendagri memandu para pemerintah daerah untuk mengimplementasikannya hingga penyusunan anggaran dan audit pemeriksaan. Karena momentum bencana dapat memupuk kesetiakawanan sosial nasional bangsa,” pesan Mendagri M. Tito Karnavian.
Sementara, Kalaksa BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar saat dikonfirmasi, Rabu (21/12/22) mengatakan, Kota Tidore Kepulauan mendapat peringkat 1 sebagai garda siap sigap aksi, dan atas penghargaan tersebut, Kota Tidore Kepulauan mendapat bantuan sarana prasarana berupa 1 unit motor.
“Harapan saya, ini menjadi penghargaan pertama sebagai reward Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah lewat BPBD Kota Tidore Kepulauan, dengan ini tentunya kami BPBD dalam penanganan kebencanaan di Kota Tidore Kepulauan, kami selalu siap, sigap, tanggap dan tangguh dalam melaksanakan tugas-tugas BPBD khususnya kebencanaan,” ucap Kalaksa.
Kalaksa menambahkan, dengan penghargaan ini kedepannya dapat meningkatkan lagi etos kerja, dan pada tahun 2023 juga akan diadakan kembali lomba yang sama, salah satunya yaitu tentang mitigasi bencana, lomba ini diikuti oleh seluruh kabupaten/kota se Indonesia.
“Lomba ini kemarin diikuti oleh 185 Kabupaten/Kota se Indonesia dan Kota Tidore keluar sebagai pemenang peringkat 1 kategori Garda Siap Sigap Aksi Tingkat Kabupaten/Kota, insya Allah di tahun 2023 akan ada 500 lebih Kabupaten/Kota yang diperlombakan,” imbuh Kalaksa. (hms)
