Buka Rangkaian HJT ke 917 Wali Kota :  Ritual Ake Dango Sebagai Identitas

Rangkaian acara peringatan HJT ke-917 tersebut, dikemas dalam bentuk malam Perjamuan Masyarakat Pegunungan yang diawali dengan Prosesi Ritual Adat Ake Dango (Air Bambu). 

Prosesi ini merupakan ritual pertemuan lima marga untuk mengantarkan air menggunakan Rau yang telah diambil dari puncak gunung untuk dipersatukan dalam Bambu (Dango).

Air yang disatukan dalam bambu (Ake Dango) selanjutnya didiamkan semalam di lapangan Sonine Gurua dan dijaga oleh perwakilan lima marga yang bersenjatakan parang dan salawaku. 

Penjagaan ini dilakukan demi keamanan agar Ake Dango tidak mendapat gangguan sampai besok paginya.

Ake Dango selanjutnya akan diantarkan menuju ke kedaton Kesultanan Tidore dan dilanjutkan dengan ritual lufu kie yang dipimpin oleh Sultan Tidore. 

Prosesi Raro Ake Dango ini juga diiringi dengan tarian salonde, tarian khas sanggar seni Rau Gabi Kelurahan Gurabunga dan Kabata. Turut hadir dalam kesempatan ini, Sultan Tidore Husain Alting Syah bersama Jou Boki, Ketua PKK Kota Tidore, Wakil Wali Kota Tidore bersama Ketua I TP PKK, Sekretaris Daerah bersama Ketua DWP Tidore, serta Forkopimda Kota Tidore Kepulauan.(hms)