WEDA – Jumlah sampah yang meningkat di wilayahnya akibat dari bertambahnya jumlah penduduk yang notabene pekerja tambang, membuat pemerintah desa putar otak untuk bisa mengatasi problem sampah tersebut.
Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Woebulen Madani yang akan mengelola usaha jasa pengangkutan sampah kini mulai beraksi. Badan usaha ini sempat tertunda sejak dibentuk pada 3 bulan lalu oleh Pemerintah Desa Lelilef Woebulen, Kecamatan Weda Tengah.
Hal ini ditegaskan oleh Kepala Desa Lelilef Woebulen Faisal Jamil, usai melaksanakan pelatihan manajemen pengelolaan BUMDes.
la menyebutkan, pelatihan dilaksanakan selama dua hari mulai dari tanggal 26 dan 27 Juli 2023 yang dipusatkan di Kantor Bumdes Woebulan Madani. “ Pelatihan berlangsung selama dua hari dan dilatih oleh Kabid BPMD Halteng, Subhan Somola,” katanya.
Faisal Jamil, dalam pembukaan pelatihan, memaparkan, pengurus yang diangkat adalah orang-orang yang sudah dipilih secara selektif, dan dia yakin para pengelola mampu membawa BUMDes Woebulan Madani menjadi BUMDes yang maju.

