Sebagai solusinya, pelajar bersama masyarakat membuat tempat pembuangan sampah sementara berupa “roket stufu”, alat sederhana untuk membakar sampah secara langsung.
“Kami prihatin bahwa pembakaran sampah memang tidak baik dan bisa mengganggu lingkungan. Tetapi kami masih mempertimbangkan kondisi infrastruktur yang belum terlalu padat di sini, sehingga kami membuat roket stufu sebagai solusi sementara,” ujar Radite, mahasiswa KKN UGM.
Bupati Ikram mengapresiasi mahasiswa KKN PPM UGM Tahun 2026 yang telah mengabdi kepada masyarakat. Ia menyebut, tahun ini jumlah mahasiswa UGM yang melaksanakan KKN di Halmahera Tengah jauh lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun kemarin hanya 4 sampai 5 orang saja, tapi tahun 2026 ini sangat komplet dan komprehensif masyarakat. Semua jurusan yang berkumpul di sini memberikan edukasi dan membantu, ini luar biasa,” ujar Bupati Ikram.
Bupati Ikram menyampaikan bahwa dari hasil tatap muka tersebut, banyak masukan yang ia terima, khususnya terkait sektor pendidikan, baik soal motivasi tenaga guru maupun siswa.
Menurutnya, salah satu masukan penting dari mahasiswa adalah perlunya pemahaman menyeluruh terhadap kondisi tenaga pendidik.