Bupati Halteng Tegaskan Pelayanan RSUD Weda Tetap Normal

Selain itu, Pemda Halteng telah menganggarkan kurang lebih Rp 9 miliar untuk berbagai program bantuan sosial, antara lain insentif lansia, insentif janda, insentif disabilitas sebesar Rp500.000 per bulan, serta insentif bagi ibu hamil dan menyusui sebesar Rp1.000.000 per bulan. Pemerintah daerah juga memberikan beasiswa bagi tenaga kesehatan yang melanjutkan pendidikan.

Bupati menambahkan bahwa saat ini Kabupaten Halmahera Tengah masih membutuhkan tambahan sekitar 13 dokter guna mengoptimalkan pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Direktur RSUD Weda, dr. Sukri Soamole, memberikan klarifikasi bahwa pelayanan di rumah sakit tetap berjalan normal. “Kami tegaskan bahwa informasi yang menyebutkan tidak ada pelayanan di poliklinik RSUD Weda adalah tidak benar. Hari ini pelayanan berjalan seperti biasa, baik poliklinik, IGD maupun rawat inap,” jelasnya.

Dia didampingi para dokter spesialis di antaranya dr. Arno (Spesialis Bedah), dr. Selvi (Spesialis Patologi Klinik), dr. Umi Yanti (Spesialis Obstetri dan Ginekologi), dr. Akbar (Spesialis Bedah), dr. Hafzi (Spesialis Penyakit Dalam), dan dr. Kutu (Spesialis Anak), serta Kepala Dinas Kesehatan.

Direktur RSUD Weda menjelaskan bahwa yang mengalami proses administrasi adalah insentif daerah, bukan gaji pokok. Untuk periode Januari dan Februari, insentif dokter spesialis PNS sebesar Rp55 juta per orang (4 orang) atau sekitar Rp220 juta, sedangkan dokter spesialis non-ASN/kontrak sebesar Rp50 juta per orang (5 orang) atau sekitar Rp250 juta.