“Bupati menekankan pentingnya kerja nyata dari seluruh OPD, tidak hanya menyampaikan capaian, tetapi juga langkah konkret dalam menjawab berbagai kendala yang ada,” ujar Iwan.
Sejumlah OPD dalam paparannya mengungkapkan berbagai persoalan yang menjadi hambatan peningkatan PAD. Di antaranya masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar iuran sampah, serta persoalan pelayanan air bersih yang berdampak pada penerimaan daerah.
Selain itu, Bupati juga menyoroti pentingnya pencegahan kebocoran PAD melalui penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), sebagai upaya modernisasi sistem pengelolaan pendapatan agar lebih transparan dan akuntabel.
Dari sektor perhubungan, Dinas Perhubungan melaporkan adanya potensi objek retribusi baru, yakni penagihan karcis parkir di kawasan pertokoan.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi sumber tambahan PAD yang signifikan jika dikelola secara optimal.
