Cegah Tular TBC di Pulau Batang Dua, Dinkes Ternate Gencarkan Kampanye “CETAR TBC”

Kampanye CETAR TBC di Batang Dua
Kampanye CETAR TBC di Batang Dua

TERNATE – Dalam upaya menekan penularan Tuberkulosis (TBC) di wilayah kepulauan, Dinas Kesehatan Kota Ternate bersama Puskesmas Mayau pada Senin (8/6/2026) menggelar kampanye CETAR TBC (Cegah Tular TBC).

Kegiatan ini menyasar masyarakat di Kelurahan Bido, Kelurahan Lelewi, Kelurahan Mayau, dan Kelurahan Pante Sagu sebagai bagian dari strategi jemput bola pelayanan kesehatan di wilayah terluar Kota Ternate.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma mengatakan, kondisi geografis kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengendalian TBC. Berdasarkan data tahun 2025, capaian penemuan kasus TBC di Pulau Batang Dua masih berada di bawah target yang ditetapkan.

“Melalui kampanye CETAR TBC, kami ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa TBC bukan penyakit yang harus ditakuti karena dapat disembuhkan dengan pengobatan yang teratur selama enam bulan. Namun yang tidak kalah penting adalah mencegah penularannya melalui perilaku hidup sehat seperti menggunakan masker saat batuk, membuka ventilasi rumah, serta menjemur kasur dan perlengkapan tidur secara berkala,” jelas dr. Fathiyah.

Dalam kegiatan tersebut, petugas kesehatan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai gejala TBC, cara penularan, pentingnya pemeriksaan dini, serta kepatuhan minum obat bagi penderita TBC. Selain itu, dilakukan pula penjaringan warga yang mengalami batuk lebih dari dua minggu untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Melalui kampanye CETAR TBC, Dinas Kesehatan Kota Ternate menargetkan peningkatan penemuan kasus TBC di Pulau Batang Dua sebesar 50 persen pada tahun 2026. Seluruh layanan skrining dan pengobatan TBC diberikan secara gratis melalui program nasional penanggulangan TBC.

Masyarakat yang mengalami batuk berkepanjangan lebih dari dua minggu diimbau segera memeriksakan diri ke PUSTU Bido atau Puskesmas Mayau agar dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.

“Kami tidak ingin ada warga Batang Dua yang kehilangan nyawa akibat TBC. Pulau boleh jauh, tetapi layanan kesehatan harus tetap dekat. CETAR TBC adalah bukti kehadiran pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat hingga ke wilayah terluar,” tegas dr. Fathiyah.*

Editor : Hasim Ilyas