SANANA –Sebulan lebih ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), sangat kesulitan mendapatkan minyak tanah (Mitan) bersubsidi, namun hal ini mulai teratsi setalah Distributor mulai mensupaly mitan ke bebrap pangkalan.
Pimpinan PTAMT Sanana Lestari Sofyan Anwar, saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (04/12/2022) mengatakan, pihaknya saat ini lebih menyoroti kelangkaan Mitan di Kecamatan Sanana Utara, lebih khusus di Desa Pohea. Beberapa hari kemarin warga Desa Pohea kesulitan mendapatkan Mitan, setelah mendapat informasi tersebut pihaknya langsung menurunkan 5 ton Mitan di Desa Pohea.
“Tanggal 10 November kita turunkan 5 ton di pangkalan fitran desa pohea dan tanggal 29 November kita turunkan 5 ton di pangkalan bernalham di desa Bajo, kecamatan Sanana Utara, kemudian tanggal 1 Desember kita turunkan 5 ton lagi di pangkalan desa pohea, artinya dua desa tersebut dalam kurun waktu 10 hari lebih mendapat jatah mitan 15 ton,” pungkasnya.
Adik dari Almahrum Boy Anwar ini mengaku, setelah menurunkan 15 ton mitan, dia berharap agar warga di dua Desa tersebut sudah tidak lagi kesulitan mendapat Mitan.
Tambah Sofyan, pada Minggu (4/12/2022) dia bertemu dengan Asisten II Setda Kepulauan Sula HKamal Umasagadji dan berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Sula AKP Abu Zubair Latupono.
Koordinasi dengan Kasat Reskrim, kata Sofyan, karena dia sudah melayangkan surat permintaan ke Kapolres Kepulauan Sula, agar anggota Kepolisian menjaga ditiap pangkalan Mitan pada besok. “Tadi saya sudah sampaikan ke Asisten II dan koordinasi dengan Kasat Reskrim, saya meminta anggota kepolisian standbay di tiap pangkalan mitan, karena besok kita adakan pembatasan pembelian,” tegas Sofyan.
Sofyan mengaku akan turun langsung mengawal distribusi mitan di pangkalan, skema pembelian akan diberlakukan mulai besok (Senin red), satu orang hanya bisa membeli mitan 20 liter. “ Minggu kemarin minyak tanah kosong karena kita diperhadapkan dengan waktu libur dua hari berturut-turut, yakni sabtu dan minggu, besok saya akan adakan pembatasan pembelian minyak tanah, perorang hanya bisa beli 20 liter tidak ada toleransi,” jelasnya.
“Tadi saya juga sampaikan ke ketua satgas bahwa besok kita akan membatasi pembelian, tidak bolehmembeli lebih dari 20 liter dengan istimasi, dengam adanya pembeli 20 liter ini sangat logis,” tambahnya.
Sementara, kuota Mitan untuk Kabupaten Kepulauan Sula sebanyak 460 ton perbulan. “Untuk pencabutan izin pangkalan apabila ada permainan,” tutup Sofyan. (wat)

