Bahrul berpesan agar peserta dapat meningkatkan kewaspadaan karena berbagai momen dimanfaatkan para bandar untuk mengedarkan barang haram tersebut.
Sementara Kepala BNN kabupaten Halmahera Utara Ir. Fadly Irwandi Sadik, MM, menyampaikan, kegiatan ini dilakukan dengan mendukung program Ananda Bersinar atau Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai Dari Anak. Untuk menciptakan generasi penerus yang bersinar atau bersih narkoba. “Ini adalah kegiatan yang menjadi fokus BNN di tahun 2026. Maraknya penggunaan lem ehabond di beberapa desa di Tobelo perlu ada penanganan yang serius,” ujar Kaban Fadly.
Fadly menjelaskan, salah satu kegiatan yang dapat dilakukan oleh BNN adalah kegiatan seperti sosialisasi, memberikan edukasi terkait bahaya narkoba. BNN berkolaborasi dengan Pemda melalui Dinas Pendidikan. Bersama pendidik dapat menciptakan sekolah bersih narkoba. Supaya siswa-siswi tahu dan paham bahwa lem ehabond sangat berbahaya.
“Karena kita tahu lem ehabond dapat merusak otak menyebabkan kematian pada penggunaan jangka panjang. Ini berdampak pada generasi harapan bangsa seperti para pelajar. untuk menggapai prestasi yang sangat sulit dari sisi kesehatan,” ungkap Kaban Fadly.
Kepala BNN Kabupaten Halmahera Utara menaruh harapan bahwa hal ini menjadi tugas bersama antara BNN dan instansi terkait untuk mewujudkan generasi muda harapan bangsa bebas Narkoba. (fer)
