TERNATE – Wilayah terdampak bencana gelombang pasang dan banjir rob bertambah, setelah adanya laporan yang masuk ke BPBD Kota Ternate, sebagai instansi teknis menangani bencana. Bahkan daerah terdampak yang baru itu berasal dari Hiri dan Batang Dua yang disampaikan secara resmi ke BPBD.
Kepala BPBD Kota Ternate M. Arif Gani mengatakan, ada beberapa wilayah terdampak sudah menyampaikan surat resmi ke BPBD, yang nantinya akan dilakukan verifikasi.
“Yaitu di pulau Hiri, kemudian di destinasi wisata pantai Tobololo. Termasuk dari Batang Dua yang sudah menyampaikan laporannya ke BPBD melalui surat di sertai gambar yang terjadi pada saat gelombang pasang kemarin,” katanya.
Pihaknya kata dia, sedang melakukan inventarisir kerusakan yang terjadi di daerah Kota Ternate termasuk Moti, Hiri dan Batang Dua. “Kalau di Sangaji itu ada beberapa rumah yang rusak berat, sedang dan ringan. Dan kita sudah mengidentifikasi ke lokasi, bahkan staf kami sudah mengukur nantinya kita akan pertimbangkan rehabilitasi,” ungkap dia.
Sembari menyebut, begitu juga dengan di Salero, karena sesuai dengan data yang ada hanya rusak sedang dan ringan. Untuk penanganan pengungsi di tempat pengungsian, lanjut dia, BPBD menyiapkan tenaga medis berupa dokter di tempat pengungsian, dan itu berada di semua tempat pengungsian. Selain itu makan dan minum pengungsi tetap diperhatikan.
“Saat ini pengungsi berada di tiga titik, yaitu di lokasi SKB ditempati oleh warga terdampak dari Sangaji, Dufa-dufa, Tarau dan Sango. Kalau di Taduma itu ditempati warga terdampak dari kelurahan Taduma dan di Salero ditempati warga terdampak dari kelurahan Salero,” tandasnya.
Sementara untuk di kelurahan Rua, ada laporan yang masuk ke posko, dan pihaknya kata Arif langsung berkoordinasi dengan Koramil, dan saat ini dari Koramil masih mencari tahu keberadaannya warga ini. “Karena informasinya mereka tidak ada kerusakan rumah dan sebagainya, tapi hanya mereka ke rumah tetangga, sehingga tidak terkonsentrasi berada dimana. Makanya tadi saya dengan pihak dari Kodim setelah mendengar informasi kita berkoordinasi dengan Koramil Pulau,” tandasnya.
Dapur umum yang tersedia nantinya memasak disesuaikan dengan jumlah warga yang ada di lokasi pengungsian. Dan termasuk petugas lapangan yang bekerja untuk penanggulangan bencana.
“Petugas kita dalam tanggap darurat ini sekitar 160 orang petugas, yang tergabung dari semua instansi. Dan bencana ini masih berlangsung kalau ada daerah terdampak kita langsung mengupdate,” sebutnya.
Sesuai data sementara dari BPBD sampai Rabu kemarin, jumlah warga yang mengungsi 661 jiwa, 46 jiwa balita, bayi 3 orang, 41 jiwa lansia, dan rumah rusak ringan sebanyak 4 unit dan 8 unit rusak berat. Yang terdiri dari Kelurahan dufa dufa 95 jiwa, Kelurahan Salero 122 jiwa, Kelurahan Sangaji 184 jiwa, Kelurahan Sango 32 jiwa, Kelurahan Tarau 8 jiwa, Kelurahan Afe Taduma 220 jiwa.(cim)
