TERNATE – Daya saing industri pertambangan di Maluku Utara semakin ditentukan bukan hanya oleh kapasitas produksi, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan inovasi yang membuat kegiatan pertambangan lebih bertanggung jawab, efisien, terukur, dan relevan dengan tuntutan global.
Salah satu contohnya datang dari Pulau Obi. Harita Nickel mengembangkan inovasi pemanfaatan slag nikel dari proses Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) sebagai soil ameliorant atau bahan pembenah tanah untuk mendukung reklamasi lahan bekas Tambang.
Inovasi tersebut meraih Mining Magazine Awards 2026 dalam kategori pengelolaan sisa hasil produksi (Tailings Innovation Award).
Dalam kategori inovasi pengelolaan sisa hasil produksi, Harita Nickel menjadi pemenang, mengungguli perusahaan teknologi lingkungan BacTech Environmental Corporation serta konsultan geoteknik spesialis Fab5 GeoSolutions asal Kanada.
Juri menilai inovasi berdasarkan terobosan dalam pengelolaan material sisa, penguatan tanggung jawab dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan, efisiensi operasional, dan manfaat bagi masyarakat.
“Para pemenang telah menempatkan diri mereka di jajaran terdepan melalui inovasi yang mereka hadirkan,” ujar Beth McLoughlin, editor Mining Magazine sekaligus ketua juri.
