TERNATE – Data untuk pengungsi maupun kerusakan akibat gelombang pasang dan banjir rob masih terus di update oleh BPBD Kota. Bahkan, yang tercatat sebagai pengungsi adalah warga yang dievakuasi atas permintaan mereka, diluar itu tidak tercatat.
Sekretaris BPBD Kota Ternate Muhammad Ihsan Hamzah mengatakan, pengungsi yang ada di Salero, Sangaji dan Taduma itu karena ada permintaan evakuasi dari warga, berbeda dengan Kastela dan Rua yang itu dilakukan evakuasi mandiri.
“Sehingga mereka itu tidak bisa tercover sebagai pengungsi, karena kami mengevakuasi mereka juga tergantung dari permintaan, tidak bisa asal evakuasi, itu masalahnya terkait perbedaan data Sosial dengan BPBD,” katanya, Kamis (09/12/2021).
Menurutnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar data pengungsi hanya bisa keluar satu pintu, karena data pengungsi terus terupdate setiap saat selama tanggap darurat belum dicabut.
“Karena yang namanya pengungsi itu pasti mereka dipindahkan ke tempat yang sudah ditentukan, dan kita berikan jaminan untuk menghindari dampak dari bencana itu,” tandasnya.
Dikatakannya, untuk data sementara mereka nantinya akan dilihat sesuai dengan tingkat kerusakan agar diberikan bantuan, sementara dua kelurahan itu tidak masuk ke data pengungsi sebab tidak ada permintaan bantuan evakuasi.
“Sementara ini juga tim diterjunkan untuk mendata kerusakan yang terjadi, karena selain BPBD dari Dinas Perkim juga sudah menyiapkan langkah penanganannya dan data ini terus di update. Kita juga menunggu laporan dari kelurahan, karena kita belum bisa pastikan tingkat kerusakan,” ucap dia.
Sebab pihaknya setelah mendapat data dari Lurah dan setelah dilakukan verifikasi lapangan berbeda, karena versi masyarakat dan BPBD berbeda-beda. “ Jadi kami menunggu verifikasi hasil lapangan dulu baru bisa diketahui berapa jumlah kerusakan dari bencana banjir rob ini,” jelasnya.
Agar bisa dipastikan tingkat kerusakan setiap rumah berbeda sebab kata dia, karena rumah permanen dan semi permanen cara hitungnya berbeda sesuai dengan hasil verifikasi dari tim BPBD. “Jadi sampai saat ini kita belum bisa memastikan berapa jumlahnya, tapi kami terus mengupdate setiap waktu,” tandasnya.
Dari data yang diterima melalui pusat data BPBD Kota Ternate per Kamis (09/12/2021) untuk pengungsi sebanyak 701 jiwa dan 210 kepala keluarga, selain itu terdapat 73 balita, 3 bayi, dan 43 lansia. Sementara untuk kerusakan tercatat 17 rusak ringan dan 11 rusak sedang dan 5 kerusakan fasilitas lainnya.(cim)

