JAILOLO – Tidak hanya instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, data hasil pendataan pegawai Non-Aparatur Sipil Negara (Non-ASN) tahun 2022 yang membengkak hingga 2000 orang terdapat nama guru honorer di sekolah.
Sebut saja, data guru honorer di SD Negeri 7 Tauro, Kecamatan Jailolo. Berdasarkan hasil pendataan, jumlah guru honorer di sekolah tersebut bertambah 5 orang. Padahal, mereka yang namanya masuk dalam pendataan tidak pernah menjalankan tugas.
“Lima honorer siluman tersebut bernama, Berit Aneke, Estepanus Doraka, Nanci Akelamo, Imran Albugis dan Falentin Suruan, ini bukan guru honorer,” ungkap Ros, salah seorang guru honorer SD Negeri 7 Tauro, Selasa (11/10/2022) kemarin.
Data honorer siluman yang diduga dimanipulasi dimanipulasi oknum-oknum orang dalam internal pemerintahan. Akibatnya, data yang tidak rasional dikembalikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) kepada pemerintah daerah untuk dilakukan perbaikan.
Ros mengemukakan, lebih ironsi lagi data honorer siluman yang dimasukan dalam data base SD Negeri 7 Tauro ini menggunakan ijazah SMA dan SMP. Kepala SD Negeri 7 Tauro Matheus Baura pun diprotes.
“Kalau memang benar 5 guru honorer adalah guru, mereka sudah mengajar sebelumnya, dan guru honorer aktif tentu tahu. Tapi ini tidak bertugas, nama mereka masuk data base,” tandasnya.
Meski begitu, kata dia, kepala sekolah Matheus berkilah. Menurutnya, tutur Ros, 5 orang guru honorer siluman yang ada di dalam data base tidak mengganggu data base 5 guru aktif, termasuk dirinya.
“Kepsek juga sampaikan, kalau 5 guru honorer siluman yang termasuk di data base mereka punya orang dalam di pemda yang bisa loloskan mereka,” tutupnya mengutip alasan kepsek
Awal pekan ini, lanjut Ros, 5 guru honorer tiba-tiba hadir saat proses belajar mengajar. Padahal, sudah belasan tahun dirinya mengabdi di sekolah ini tidak perna lihat 5 oknum siluman itu.
“Kemungkinan besar data base 5 orang dan 5 orang guru honorer aktif itu dapodik akan berubah-berubah,” kata dia, menduga. (ais)

