“Festival ini, juga menjadi sebuah pertunjukkan dan hiburan kepada masyarakat yang dilakukan oleh para pemuda yang tergabung dalam Panitia Pelaksana yang telah bekerja keras bersama masyarakat untuk mewujudkan Festival Jou Kota yang tidak bisa dipandang sebelah mata, karena kegiatan ini sudah disusun dengan sangat baik dan dengan professional,” ucapnya.
Ismail Dokumalamo berharap melalui kegiatan Festival Garojou akan semakin meningkatkan kekompakkan di antara masyarakat Desa Garojou sehingga setiap rencana pembangunan yang akan dirancang dapat dicapai bersama-sama.
Lanjutnya nilai-nilai yang bermakna kerjasama untuk kepentingan bersama terbukti telah membentuk karakter masyarakat dan menjadi modal sosial yang sangat penting bagi keberhasilan pembangunan di Kota Tidore Kepulauan.
Sementara itu Ketua Panitia Festival Joukota Muhammad Annawawi dalam laporannya menyampaikan Tujuan dari Festival Joukota memperingati serta merefleksikan hari jadi Garojou yang ke 60 Tahun, untuk menyatukan gagasan dan kekuatan untuk membangun Desa Garojou kedepan lebih baik serta mempererat tali silaturahmi antara masyarakat yang ada di desa Garojou pada khususnya maupun Tidore pada umumnya yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari eksistensi desa ini.
Peserta yang terlibat dalam Festival ini yaitu masyarakat dan generasi muda Desa Garojou, Festival ini mengangkat tema “Menjaga Tradisi, Mempererat ukhuwah”.
