SANANA – Pembangunan Dive Center di pantai pariwisata Desa Wai Ipa, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), dipertanyakan. Sebab, bangunan yang dibangun sejak tahun 2019 dengan anggaran sekira Rp 200 juta itu, hingga kini belum difungsikan.
Mirisnya, dari fisik bangunan tersebut, ada beberapa yang belum diselesaikan. Salah satunya adalah jendela. Hal itu, kemudian menjadi kendala bagi Dinas Pariwisata untuk memanfaatkannya. “Iya, dibangun sejak 2019. Namun saat ini pembangunannya belum selesai dikerjakan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kepsul, Jufri Umasugi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/02/2021).
Jufri mengatakan, pembangunan itu dibangun untuk menyimpan alat-alat diving. Alat-alat ini dimanfaatkan sebagai salah satu Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Jadi alat diving itu akan disediakan kepada orang yang mau menyelam. Tapi sistemnya adalah sewa. Dari hasil sewa itulah yang nanti dimasukkan ke PAD,” ujarnya.
Lantaran pembangunannya belum selesai, dia menambahkan, pihaknya telah melayangkan surat panggilan kepada kontraktor. Akan tetapi yang bersangkutan tidak mengindahkan surat itu. “Kami sudah menyurat ke kontraktor. Namun tidak datang. Maksud dari surat itu agar kita menanyakan apa kendalanya sehingga belum selesai. Rencananya akan layangkan surat selanjutnya,” ungkap Jufri.(nai)

