Dari Indonesia, di antaranya antropolog Universitas Khairun Yanwar Syukur, sejarawan Dr. Nani Jafar, serta Amin Faruq dari unsur keluarga Tuan Guru di Tidore.
Sementara dari Afrika Selatan, terdapat Shafiq Morton, Prof. Muhammad Harun, serta Syekh Muttakin Rakib dari unsur keluarga Tuan Guru di Afrika Selatan.
Abdul Kader menyebutkan, persiapan kegiatan saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Panitia terus melakukan komunikasi dan konsolidasi dengan para pembicara dari Indonesia maupun Afrika Selatan.
“Persiapannya sudah hampir 80 persen. Tinggal komunikasi dan konsolidasi dengan pembicara dari Afrika Selatan dan Indonesia. Semuanya sudah siap,” ujarnya.
Menurut Abdul Kader, terdapat tiga target utama yang ingin dicapai dari forum tersebut. Pertama, menghasilkan naskah akademik untuk pengusulan Tuan Guru sebagai Pahlawan Nasional.
Kedua, hasil dialog akan ditindaklanjuti melalui kegiatan dengan skala yang lebih besar dalam bentuk seminar internasional.
Ketiga, membangun hubungan kerja sama antara Universitas Nuku, Yayasan Negeri Rempah dan pihak Afrika Selatan, terutama dalam bidang penelitian kolaboratif, ekonomi, kebudayaan dan pendidikan.