DARUBA – Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Pulau Morotai, angkatan tahun 2018 mempertanyakan alasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai belum melaksanakan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (LATSAR) atau yang disebut Prajabatan.
Padahal menurut mereka seluruh Kabupaten/Kota di Maluku Utara sudah selesai melaksanakan prajabatan kepada CPNS angkatan 2018 sejak 2019-2020 kemarin, sehingga mereka telah menerima SK 100 persen.
“Kami hanya mempertanyakan kejelasan nasib kami dan kapan kegiatan LATSAR dimulai. Mengingat sudah masuk 2 tahun sejak menerima SK 80 persen di juli 2019 kami masih menyandang status CPNS dan belum sama sekali menerima Tunjangan Kinerja Daerah (TKD), jadi selama kurun waktu hampir 2 tahun ini kami hanya menerima gaji sebesar 80% dikarenakan SK 100% belum kami kantongi,” keluh salah satu CPNS yang menolak namanya dipublikasikan, Jumat (29/1/2021).
Menurutnya, untuk mengantongi SK 100 persen CPNS harus melalui kegiatan LATSAR. “Tapi hingga awal 2021 ini kami belum menerima informasi yang jelas kapan kegiatan tersebut akan di laksanakan. Untuk itu, kami berharap agar BKD Pulau Morotai jangan terlalu lama menunda-nunda tapi segera mungkin melaksanakan,” harapnya.
Sementara, Kepala BKD Kabupaten Pulau Morotai, Kalbi Rasyid ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepone mengatakan, pelaksanaan LATSAR untum CPNS Morotai angkatan 2018 baru akan dilaksanakan pada tahun 2021 ini.
“Iya, sudah pasti dilaksanakan Prajabatan tahun 2021, Rencana bulan Maret 2021 dan menunggu persetujuan BPSDM Provinsi,” katanya.
Kalbi juga membenarkan hingga kini CPNS Morotai 2018 masih mengantongi SK 80 persen, belum SK 100% CPNS sebelum mengikuti Prajabatan. “Sampai saat ini mereka masih mengantongi SK 80% karena SK 100% itu bisa mereka dapat kalau mereka sudah mengikuti pelatihan prajabatan,” singkat Kalbi. (fay)

