Tercatat ada 7 orang kru (anak buah kapal) yang berada di atas KM Gandha Nusantara 17. Proses evakuasi oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Ternate, Polairud Polda Malut, KPLP Ternate, dan PT Pelni masih terus berlangsung.
Pihak berwenang belum merilis identitas lengkap para korban, dan perkembangan pencarian akan diinformasikan lebih lanjut seiring berjalannya operasi di lapangan.
Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meterorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate, mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Maluku Utara yang diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret 2026, nelayan dan pelaku aktivitas pelayaran di wilayah Maluku Utara, diminta meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari ke depan..
Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate, peringatan dini gelombang tinggi tersebut berlaku mulai 15 Maret hingga 18 Maret 2026. Dalam periode tersebut, tinggi gelombang di beberapa wilayah laut Maluku Utara diperkirakan berkisar 1,25 meter hingga 4 meter, yang berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran maupun kegiatan nelayan.
Tinggi gelombang di perairan Maluku Utara rata-rata mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, yang berpeluang terjadi di perairan Halmahera Barat, perairan Ternate, Perairan Barat Bacan, Barat Daya Obi, Utara Mangoli, Perairan Barat Daya Morotai dan perairan Timur Obi.
