DARUBA – Belasan rumah warga di pesisir pantai desa Buhobuho dan Hino Kecamatan Morotai Timur rusak diterjang angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi sejak, Jumat (16/10/20) hingga Minggu (18/10/20).
Warga yang terdampak panik dan memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Morotai menyebutkan ada 4 rumah di desa Buhobuho dan 8 rumah di desa Hino yang rusak akibat musibah itu.
“Iya ada 12 KK yang rumahnya terdampak yang sementara mengungsi dan tinggal di tenda-tenda darurat,” ungkap Kepala BPBD Pulau Morotai Abjan Sofyan saat dikonfirmasi wartawan, Senin (19/10/2020). 12 KK yang terdampak musibah ini, lanjut dia, telah mendapat bantuan dari Pemda Pulau Morotai berupa makanan dan perlengkapan tidur.
“BPBD dan Dinsos sudah turun ke lapangan, memberikan bantuan berupa selimut, tikar, mie instan, makanan anak-anak dan terpal,” katanya. Warga yang mengungsi sejak Jumat kemarin, kata dia, hingga kini masih bertahan ditenda pengungsian sambil menunggu cuaca membaik.
“Yang terkena dampak (rusak) untuk sementara lagi dikaji,” singkatnya. Fenomena air pasang, gelombang tinggi, hingga angin kencang yang terjadi selama tiga hari terakhir ini, menimbulkan banyak masalah. Mulai dari robohnya talud penahan ombak Desa Totodoku dan Mandiri, sampai rumah warga di pesisir pantai ikut tergenang air laut yang naik secara tiba-tiba.
Lampu PLN yang padam setiap malam akibat angin kencang, namun sejauh ini, pihak BPBD sendiri belum memberikan rilis dampak kerusakan di setiap desa akibat musibah tersebut. (fay)

