Dijamin 2 Minggu Siswa SD Halteng Kuasai Metode Gasing

Pj Bupati Halteng Ikram Malan Sangadji bersama Prof. Yohanes Surya, Ph.D

WEDA – Profesor Yohanes Surya, Ph.D., bersama tim telah tiba di Weda Kamis (9/2/2023).  Kehadirannya tersebut memenuhi program Pj Bupati Halteng Ikram Malan Sangadji dalam rangka mengajarkan metode gasing kepada guru dan siswa di Halteng.

Dalam kesempatan itu Prof. Yohanes Surya memastikan dalam jangka waktu dua minggu para guru dan siswa bisa menguasai metode gasing. 

“Jadi waktunya gak lama, cukup dua Minggu sudah menguasai, bagi tambah, kurang, iya, nanti bapak ibu bisa lihat sendiri hasilnya,” ucap Prof. Yohanes Surya saat menyampaikan sambutan. 

Prof. Yohanes mengaku awalnya para siswa SD yang diajarkan memang tidak bisa hitung, tapi dalam dua Minggu diajarkan metode gasing, mereka sudah bisa diuji. Jadi mau tanya perkalian berapa saja bisa. 

Penjumlahan pengurangan, pembagian. “Ini metode dan metodenya sangat gampang, dan metode ini membuat anak-anak bahagia, itu yang paling penting,” jelasnya.

“Ketika anak bahagia, anak itu mudah belajar, cepat sekali belajarnya, dan gak ada lagi ketakutan,” terangnya.

Prof. Yohanes mengaku guru IPS dari Papua saat dilatih menggunakan metode gasing, dia langsung mengajar matematika di Sumedang. 

Tapi hasilnya luar biasa, itu sekarang anak Sumedang yang diambil adalah anak yang paling rendah, yang gak bisa ngitung. “Nah sekarang luar biasa, bupatinya senang sekali dan bupatinya bilang 89 ribu anak Sumedang akan dilatih metode Gasing semuanya, mereka akan ajarkan lewat guru-guru ini,” bebernya.

“Untuk itu di Halteng, jangan mau kalah, seluruh anak Halteng harus pandai berhitung nanti,” tegasnya.

Prof. Yohanes juga menceritakan pengalamannya di Bitung ada satu anak bilang kepada gurunya, hari pertama datang dia bilang ahh ibu baik-baik sekarang, nanti hari kedua saya dicubitin. “Tapi begitu dia ikut terus, hari kedua dan seterusnya dia gak mau pulang,” tuturnya.

Coba bayangkan belajar matematika dari jam 07.30 pagi sampai jam 17.00 (jam lima sore). “Dan anaknya kami jamin gak mau pulang. Kenapa? Karena asyik dan menyenangkan,” tandasnya.

Prof. Yohanes mengaku yang dilatih itu pola pikir, kecepatan, sehingga anak itu cara berpikirnya berubah. Dengan cara berfikir berubah, tangkap belajarnya itu sangat cepat. 

“Mereka akan belajar kecepatannya sangat tinggi,” tambahnya. Dikatakannya juga yang akan mengajar adalah guru-guru dari berbagai daerah, yaitu Herman deri Kabupaten Kumbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara, Angelina dari Bitung Provinsi Sulawesi Utara, Renta dari Kabupaten Dairi, Ni Komang dari Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Lasma dari Kabupaten Kumbang Hasundutan, Ima dari Kabupaten Tapanuli Selatan, Asyer dari Manokwari provinsi Papua.

“Mereka yang akan mengajar anak-anak dari berbagai suku, ini menarik, karena mereka ini adalah guru-guru terbaik, jadi nanti dari Halteng juga bisa seperti itu,” lanjutnya.

Untuk itu di Halteng diharapkan bisa menyebar, nanti ke Banyuwangi, Nias, Pegunungan Tengger, dan ke Papua. Jadi kita menyebar dan ini sangat seru. “Saya harap bapak ibu berlatih dengan sungguh-sungguh supaya bisa menjadi pelatih,” tukasnya. (udy)