TERNATE– Sejumlah OPD di Pemkot Ternate terkesan cuek dan belum melakukan penginputan kegiatan pada aplikasi SIRUP yang nantinya dilelang, OPD tersebut diantaranya Dinas Koperasi dan UMKM, Kecamatan Ternate Selatan, Kecamatan Ternate Utara, Kecamatan Moti dan Kecamatan Hiri.
Untuk mempercepat itu maka pada Selasa (6/2/2024) kemarin, Wali Kota yang didampingi Sekda Kota Ternate langsung memimpin rapat dan meminta OPD untuk lebih serius dalam proses penginputan, langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi tidak ada lagi keterlambatan penyerapan kegiatan diakhir tahun seperti beberapa tahun terakhir.
Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly mengatakan, sampai pada Selasa kemarin terpantau dalam sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP) masih terpantau sebabnyak 1 OPD teknis dan 4 kecamatan belum melaukan penginputan kegiatan dalam sistem yang tersedia di Unit Pengadaan Barang dan Jasa (UPBJ) Setda Kota Ternate. Sehingga rapat evaluasi yang dipimpin Wali Kota ini digelar karena waktu terus bergerak.
“Kalau ada beberapa OPD yang belum input seperti Dinas Koperasi dan UKM ini sementara di OPD itu ada beberapa kegiatan yang harus diselesaikan, seperti program om jek dan warung mama. Karena kemarin masih ada kekurangan tambahan terhadap mereka yang belum dapat, jadi kalau tidak diinput ke dalam SIRUP untuk lelang maka keterlambatan ini akan terbawa,” katanya.
Bahkan hal ini ditekankan Wali Kota kata dia, agar OPD lebih mempercepat penginputan dalam SIRUP agar proses lelang kegiatan dapat berjalan diawal tahun, bahkan dalam rapat itu kata dia, Wali Kota meminta menyampaikan sejumlah isu jadi prioritas diantaranya air bersih dan sampah.
“Kalau penginputan itu lebih cepat maka kegiatan lebih cepat lagi, sehingga pengalaman keterlambatan di tahun-tahun sebelumnya jangan terulang lagi di tahun ini. Jadi terlambat atau tidaknya sebuah kegiatan itu tergantung ditahap awal ini,” ungkapnya.
Dia meminta, setiap OPD untuk dapat mengontrol seluruh pejabat pengadaan pada OPD agar mempercepat proses lelang yang berawal dari penginputan kegiatan di SIRUP.
“Ini juga sebagai bagian dari evaluasi pak Wali Kota,” tegasnya.
Menurutnya, OPD yang terlambat bahkan belum melakukan penginputan itu yakni Dinas Koperasi dan UMKM, OPD sendiri beralasan pihaknya masih menyiapkan akun.
“Tapi saya berpikir dari Januari sampai sekarang ini mereka buat apa, disaat OPD lain sudah jalan. Jadi ini bisa jadi warning bagi OPD agar lebih serius dan jangan main-main, jadi apa yang bisa dilakukan pada triwulan pertama ini harus dibuat karena public menanti apa yang akan kita lakukan,” tandasnya.
Bahkan kata dia, sejumlah kegiatan yang butuh peran aktif dan kecepatan dalam melakukan pengadaan baik kegiatan DAK maupun kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan publik di bidang Kesehatan dan Pendidikan.
‘Misalkan Bosda kalau ada penyesuaian dengan juknis, maka Kadis Pendidikan juga harus cepat jangan menunggu lagi, jadi ini hal klasik kalau tidak di preasure maka akan terlambat lagi,” kesalnya.
Sesuai dengan data yang dimiliki lanjut Sekda, ada yang belum sama sekali melakukan penginputan diantaranya Dinas Koperasi dan UMKM, Kecamatan Ternate Selatan, Kecamatan Ternate Utara, Kecamatan Moti dan Kecamatan Hiri. “Jadi ada 1 dinas dan 4 kecamatan saja yang belum penginputan sama sekali,” tutupnya.*
Editor : Hasim Ilyas

