Dinas Pendidikan Tidore Terus Genjot Kualitas Guru Berbasis Teknologi

“Untuk Program IKM ini sudah dimulai dari tahun ajaran 2022, dan di tahun ajaran itu, sudah ada 12 sekolah yang mendaftar, terdiri dari 9 SD dan 3 SMP. sementara di Tahun 2023 ini, sudah 80 sekolah SD yang mendaftar, dari 101 SD yang ada di Tidore,” jelasnya.

Senada disampaikan Kepala Seksi Mutu PTK SD, Mhd. Haldi Marasabessy, dia mengaku partisipasi para guru di Tidore dalam rangka mendukung program Kemendikbud Ristek ini, Kota Tidore Kepulauan masuk dalam kategori partisipasi tertinggi di Provinsi Maluku Utara.

Dimana untuk jumlah guru jenjang TK/PAUD sudah sebanyak 67 sekolah, SD sudah 80 sekolah dan SMP sudah 22 sekolah, sehingga total yang terdaftar itu sebanyak 169 sekolah.

Menariknya untuk menggenjot tingkat partisipasi sekolah untuk mengikuti Program IKM ini, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mengeluarkan kebijakan melalui Peraturan Walikota Nomor 10 Tahun 2023, Tentang Peningkatan Mutu Pendidikan, dan SK Walikota Nomor 33.1. Tahun 2023 tentang Pembentukan Tim Pengawal dan Percepatan Sekolah Penggerakan, Implementasi Kurikulum Mengajar dan Perencanaan Berbasis Data. Selain itu ada juga Surat Perintah Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore.

“Kendala yang kami hadapi ini masih soal jaringan karena ada beberapa wilayah yang jaringan internetnya kurang bagus, selain itu ada juga guru-guru yang sudah usia lanjut sehingga mereka belum terlalu paham soal teknologi,” ungkapnya.

Kendati demikian, Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan terus berupaya untuk melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap kualitas pendidikan guru di Tidore.

“Ini program nasional sehingga perlu adanya kekompakan dari semua pihak, mulai dari Dinas Pendidikan dan jajarannya sampai ke tingkat sekolah untuk kita sama-sama gaungkan dan sukseskan secara bersama,” tambahnya. (ute)