TIDORE – Keseriusan Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo dalam menindaklanjuti hasil pertemuan bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauan berapa hari lalu, rupanya tidak main-main.
Kepada awak media, Sekda mengaku apa yang menjadi masukan DPRD terkait dengan data pasien Covid-19 maupun jumlah tenaga kesehatan (Nakes), telah ia tindaklanjuti melalui rapat bersama dengan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Dinas Kesehatan, Rabu, (4/8/21).
“Untuk saat ini data yang sudah selesai direkap baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), untuk Dinas Kesehatan datanya belum direkap secara keseluruhan, hal ini karena data yang mereka ambil ini dari Kecamatan, walaupun begitu saya sudah perintahkan bahwa besok jam 2 siang sudah harus selesai,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Sekda menjelaskan data yang direkap oleh pihak RSUD Kota Tikep adalah data terkait dengan jumlah Nakes, dimana pada tahun 2021 ini berjumlah sebanyak 535 dengan pembiayaan terhitung dari Januari-Juni 2021 senilai Rp. 1.685.714.169, pembiayaan ini bersumber dari dana yang telah di refocusing pada tahun 2021.
Sementara untuk Dinas Kesehatan, merekap data terkait dengan pasien covid-19 baik yang terpapar, maupun yang sementara dilakukan isolasi mandiri, beserta rekapan data mengenai jumlah Nakes yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan untuk penanganan Covid-19 di tahun 2021.
Hal ini bertujuan agar dalam penanganan Covid-19, Pemerintah daerah dapat menggunakan dana Covid yang telah direfocusing untuk pembiayaan insentif Nakes senilai Rp. 14,4 Miliar beserta bantuan terhadap pasien Covid-19 senilai Rp. 350 juta, bisa dibayarkan berdasarkan data yang dimiliki.
Sehingga dengan begitu, anggaran yang digunakan nanti bisa sesuai dengan skema penanganan Covid-19 yang telah disiapkan.
“Jika kita sudah punya data, maka dengan mudah kita akan melakukan pembayaran dengan nilai yang ditetapkan, sementara soal bantuan yang nantinya akan diberikan kepada pasien maupun warga yang melakukan Isolasi mandiri di rumah masing-masing, nanti dianalisa oleh Dinas Kesehatan, kemudian ditetapkan nilainya berdasarkan data yang ada,” tambahnya. (ute)

