Dinkes Halsel Latih 30 Pengelola Imunisasi Puskesmas

Ia juga menekankan pentingnya penerapan standar pelayanan imunisasi, termasuk praktik suntikan yang aman (safe injection practices) serta pengelolaan limbah medis sesuai prosedur.

Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kompetensi teknis peserta, mulai dari manajemen rantai dingin (cold chain), pemerataan cakupan imunisasi, hingga penguatan sistem pencatatan dan pelaporan. Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi permasalahan di lapangan serta merumuskan solusi yang tepat.

Ketua panitia, Alter Totango, menjelaskan bahwa pelatihan ini melibatkan perwakilan dari 30 puskesmas. Namun, dua puskesmas tidak diikutsertakan dalam kegiatan ini, yakni Puskesmas Wayaloar dan Puskesmas Labuha.

“Dua puskesmas tersebut dinilai sudah memiliki pemahaman yang cukup baik dalam pengelolaan program imunisasi, baik dari sisi teknis maupun pelaporan,” Jelasnya.

Menurutnya, penentuan peserta dilakukan berdasarkan rekomendasi tim program dengan mempertimbangkan kebutuhan peningkatan kapasitas di masing-masing Puskesmas.