SANANA – Terkait Wa Ode Rehmawati yang diduga lumpuh akibat divaksin, Dinas Kesehatan Kepulauan Sula meyakini sakitnya Rahmawati lantaran kanker susu dan terjatuh yang menyebabkan tulangnya retak.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sula, Suriyati Abdullah saat dikonfirmasi mengatakan, pada 11 Desember 2021 itu Wa Ode Rahmawati divaksin di Polres Kepulauan Sula. Setiap warga yang mau divaksin, pertama-tama itu harus melakukan screning atau pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas.
Selain itu, lanjutnya, yang bersangkutan harus tanda tangan surat persetujuan. Jadi sebelum disuntik, ada pertanyaan yang harus diisi di formulir yang diberikan. Jika pertanyaan yang dijawab kemudian dokter kembali menanyakan dan memenuhi persyaratan, berarti dianggap bisa menerima vaksin.
Setelah divaksin, kata Suriyati, yang bersangkutan akan diberikan kesempatan untuk beristirahat selama 30 menit di tenda yang disediakan, jika selama itu tidak ada keluhan apa-apa, maka diperbolehkan pulang ke rumah. Kemudian akan diberikan kartu, di dalam kartu itu terdapat nomor kontak petugas, apabila nanti merasa ada keluhan lain, tentu bisa hubungi petugas tersebut, jangka waktu selama 3 hari. Namun selama 3 hari itu tidak ada laporan dari Wa Ode Rahmawati.
“Saya dengar informasi terkait sakitnya ibu Rahmawati itu sejak 7 Februari. Salah satu staf saya yang lapor, katanya ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIKI). Awalnya saya kira orang yang baru vaksin 2 atau 3 hari lalu, makanya saya perintahkan agar turun cek ke lokasi,” katanya kepada wartawan, Senin (14/03/2022).
Ketika pertama kali turun dan memeriksa Rahmawati, Suriyati menambahkan, ternyata ada luka di bagian payu dara. Jadi dia perintahkan agar bawa ke RSUD Sanana untuk memastikan penyakitnya.
“Waktu itu keluarga mereka sempat tolak karena alasan tidak ada biaya, tapi saya perintahkan agar staf tetap rujuk ke RSUD. Biar kita yang tanggung jawab selama di RS. “ Selama di RS, petugas dinas selalu kontrol,” ujarnya.
Sebelum ke RS, kata dia, informasi yang didapatkan itu bahwa yang bersangkutan juga lumpuh. Makanya dibawa ke RS itu untuk memastikan penyakitnya, salah satunya cek penyebab kelumpuhannya. Pada saat diperiksa, ternyata yang bersangkutan itu kanker, jadi dokter sarankan agar rujuk ke Ternate.
“Kami siap dampingi mereka. Tetapi suami Wa Ode Rahmawati, Rizal menolak membawa istrinya. Alasan mereka itu mau bawa ke kampung, karena di Ternate tidak ada keluarga. Kami tidak bisa paksa jika keinginan keluarga seperti apa,” ungkap Suriyati.
Sebelumnya, lanjut Suriyati, pihak keluarga menyampaikan bahwa yang bersangkutan tidak bisa jalan karena lumpuh. Ketika dicek akibat tidak bisa jalan itu, ternyata Rahmawati pernah jatuh. Dokter sempat ronteng, terdapat retakan tulang di kakinya.
“Saya tegaskan bahwa sakitnya Rahmawati ini bukan akibat dari vaksin. Kita sudah melakukan sesuai dengan prosedur dan SOP yang berlaku. Jika memang benar karena vaksin, kenapa dari Desember itu keluarga tidak langsung lapor, malah dibiarkan hingga Februari 2022 baru lapor,” bebernya.
Sampai saat ini, suami Wa Ode Rahmawati, Rizal masih belum puas dengan tindakan yang dilakukan Dinkes Sula. Dua hari lalu, yang bersangkutan masih memposting statusnya di akun Facebook miliknya. Di dalam status itu, ia menulis bahwa seakan-akan pihak Dinkes Sula melepas tanggung jawab terhadap istrinya.
Karena pihak Dinkes mengatakan lumpuhnya Rahmawati akibat keretakan tulang, tapi itu salah. “Istri saya lumpuh menjelang vaksin 3 hari, pada tanggal 11- Desember 2021. Dan sesudah itu istri saya tidak bisa berbuat apa-apa hanya terbaring di tempat tidur,” tulis Rizal di akun Facebooknya.
Pada 15 Januari 2022, lanjutnya, istrinya berusaha untuk berdiri. Tapi karena beban berat badan istri akibat vaksin, sampai istrinya tidak sanggup untuk menahannya. “ Akhirnya istri saya jatuh, sehingga istri saya semakin parah, jadi lumpuh itu bukan karena jatuh, melainkan pengaruh dari vaksin menjelang 3 hari. 16 desember istri saya sudah lumpuh,” keluhnya.
Saat ini, Rizal menambahkan, istrinya semakin parah dan dirawat di Rumah Sakit Siloman, Kota Bau Bau. “ Di mana tanggungjawab dari Dinkes. Mohon rekan-rekan bisa memakluminya,” harapnya.(nai)

