Dinkes Ternate Perkuat Pemantauan Kesehatan Lingkungan Dampak Kebakaran TPA Buku Deru-Deru

TERNATE — Dinas Kesehatan Kota Ternate memperkuat pemantauan kesehatan lingkungan menyusul kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Takome, yang terjadi sejak 3 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Ternate per 7 Oktober 2026 pukul 16.00 WIT, sebanyak 4.588 jiwa tercatat sebagai penduduk terdampak dalam kejadian tersebut.

Dari sisi kesehatan lingkungan, Dinkes menetapkan Takome dan Sulamadaha sebagai wilayah prioritas pemantauan dan pelayanan kesehatan, terutama pada permukiman yang berdasarkan pengamatan lapangan mengalami paparan asap yang terlihat maupun tercium.

Penetapan wilayah prioritas tersebut dilakukan melalui penilaian kualitatif di lapangan, dengan mempertimbangkan kedekatan wilayah dengan sumber kebakaran, kondisi asap yang terlihat dan tercium, serta perkembangan keluhan kesehatan masyarakat.

Takome dan Sulamadaha Menjadi Wilayah Prioritas Pemantauan

Takome dan Sulamadaha menjadi perhatian dalam pemantauan karena terdapat indikasi paparan asap yang dirasakan masyarakat di wilayah tersebut.

Di Takome, keberadaan TPA Buku Deru-Deru sebagai lokasi kejadian menyebabkan kondisi asap di sekitar area timbunan sampah terus menjadi perhatian. Sementara di Sulamadaha, paparan asap juga dirasakan masyarakat dan tercatat dalam pemantauan Dinas Kesehatan.

Pemantauan dilakukan bersama Puskesmas dengan memperhatikan kondisi asap di lingkungan permukiman, keberadaan kelompok rentan, serta perkembangan keluhan kesehatan masyarakat.

Dalam laporan Dinkes, Puskesmas Sulamadaha juga tercatat terdampak asap. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena fasilitas pelayanan kesehatan harus tetap mampu memberikan pelayanan sekaligus memastikan keselamatan petugas dan masyarakat yang datang berobat.

Dinkes juga telah mengaktifkan Pos Kesehatan Kelurahan Sulamadaha dengan melibatkan sembilan tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan apoteker.

23 Kasus Tercatat dalam Pemantauan Kesehatan

Hingga 7 Oktober 2026, Dinkes mencatat 23 kasus/keluhan kesehatan dalam pemantauan kejadian, yang terdiri dari:
• 21 kasus ISPA
• 1 kasus dispepsia
• 1 kasus cephalgia
Data tersebut menjadi bagian dari pemantauan kesehatan masyarakat selama kejadian. Dinkes terus melihat perkembangan kasus berdasarkan waktu, lokasi, serta kondisi paparan di lapangan.

“Untuk menentukan wilayah prioritas, kami melihat kondisi lapangan secara langsung, terutama apakah asap terlihat, apakah bau asap tercium kuat, kedekatan dengan sumber kejadian, serta bagaimana perkembangan keluhan kesehatan masyarakat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma, M.Kes.

Penilaian Dilakukan Secara Kualitatif

Karena belum tersedia instrumen pengukuran kualitas udara di lapangan, Dinkes tidak menetapkan angka konsentrasi partikulat atau menyimpulkan status kualitas udara berdasarkan parameter laboratorium.

Sebaliknya, pemantauan awal dilakukan melalui observasi visual dan penciuman terhadap paparan asap, kemudian dikombinasikan dengan data pelayanan kesehatan dan kondisi masyarakat.

Pendekatan tersebut digunakan sebagai dasar untuk menentukan lokasi yang perlu mendapatkan pemantauan dan pelayanan lebih intensif.

“Ini merupakan penilaian awal kesehatan lingkungan secara kualitatif. Kita tidak ingin menyampaikan angka kualitas udara yang belum diukur. Yang kita pastikan adalah wilayah yang terindikasi mengalami paparan asap mendapatkan perhatian dan perlindungan lebih dahulu,” jelas Fathiyah.

Pengurangan Paparan Menjadi Prioritas

Dinkes mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar rumah ketika asap terlihat atau tercium kuat.

Masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker, menutup jendela dan lubang angin rumah ketika asap masuk, serta memberikan perhatian khusus kepada balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat dengan penyakit pernapasan.

Masyarakat yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata atau tenggorokan, maupun keluhan yang semakin berat, diminta segera mendapatkan pelayanan kesehatan.

Dinas Kesehatan Kota Ternate akan terus melakukan pemantauan terhadap Takome, Sulamadaha, dan wilayah lain yang terindikasi mengalami paparan asap, serta memperbarui penilaian berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan respons kesehatan tidak hanya berfokus pada penanganan keluhan, tetapi juga pada pengurangan pajanan, perlindungan kelompok rentan, pemantauan kesehatan lingkungan, dan pelayanan kesehatan masyarakat secara terpadu.*


Warning: md5_file(/www/wwwroot/fajarmalut.com/wp-content/litespeed/css/8c9ea44a9e700e6ced6254178fea0538.css.tmp): Failed to open stream: No such file or directory in /www/wwwroot/fajarmalut.com/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimizer.cls.php on line 148

Warning: unlink(/www/wwwroot/fajarmalut.com/wp-content/litespeed/css/8c9ea44a9e700e6ced6254178fea0538.css.tmp): No such file or directory in /www/wwwroot/fajarmalut.com/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimizer.cls.php on line 156

Fatal error: Uncaught ErrorException: md5_file(/www/wwwroot/fajarmalut.com/wp-content/litespeed/js/8c9ea44a9e700e6ced6254178fea0538.js.tmp): Failed to open stream: No such file or directory in /www/wwwroot/fajarmalut.com/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimizer.cls.php:148 Stack trace: #0 [internal function]: litespeed_exception_handler() #1 /www/wwwroot/fajarmalut.com/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimizer.cls.php(148): md5_file() #2 /www/wwwroot/fajarmalut.com/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimize.cls.php(845): LiteSpeed\Optimizer->serve() #3 /www/wwwroot/fajarmalut.com/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimize.cls.php(392): LiteSpeed\Optimize->_build_hash_url() #4 /www/wwwroot/fajarmalut.com/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimize.cls.php(265): LiteSpeed\Optimize->_optimize() #5 /www/wwwroot/fajarmalut.com/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimize.cls.php(226): LiteSpeed\Optimize->_finalize() #6 /www/wwwroot/fajarmalut.com/wp-includes/class-wp-hook.php(341): LiteSpeed\Optimize->finalize() #7 /www/wwwroot/fajarmalut.com/wp-includes/plugin.php(205): WP_Hook->apply_filters() #8 /www/wwwroot/fajarmalut.com/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/core.cls.php(464): apply_filters() #9 [internal function]: LiteSpeed\Core->send_headers_force() #10 /www/wwwroot/fajarmalut.com/wp-includes/functions.php(5493): ob_end_flush() #11 /www/wwwroot/fajarmalut.com/wp-includes/class-wp-hook.php(341): wp_ob_end_flush_all() #12 /www/wwwroot/fajarmalut.com/wp-includes/class-wp-hook.php(365): WP_Hook->apply_filters() #13 /www/wwwroot/fajarmalut.com/wp-includes/plugin.php(522): WP_Hook->do_action() #14 /www/wwwroot/fajarmalut.com/wp-includes/load.php(1308): do_action() #15 [internal function]: shutdown_action_hook() #16 {main} thrown in /www/wwwroot/fajarmalut.com/wp-content/plugins/litespeed-cache/src/optimizer.cls.php on line 148